Daerah

Rumah Berisiko Roboh, Keluarga Kurang Mampu di Pangkep Berharap Perhatian Pemerintah 

 

 

Fokus Time – Pangkep Sul-Sel – Kondisi rumah milik pasangan suami istri Nurdin dan Saebah di Lingkungan Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasa Tene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memprihatinkan. Rumah panggung yang sudah puluhan tahun berdiri itu kini dinyatakan tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.

 

Terlihat dari luar, bangunan berukuran kecil itu berdiri di atas tiang kayu yang sudah lapuk dan keropos dimakan usia. Dindingnya terbuat dari lembaran seng yang sudah berkarat parah, banyak yang melengkung dan berlubang sehingga tidak mampu menahan terpaan angin maupun guyuran air hujan. Sebagian rangka atap juga sudah rapuh dan tidak rapat.

 

Masuk ke bagian dalam, kondisi terlihat jauh lebih memprihatinkan. Lantai yang terbuat dari susunan papan dan bambu banyak yang rusak, bolong, dan tidak rata. Sementara tiang penyangga utama rumah terlihat keropos parah, sehingga dikhawatirkan dapat roboh sewaktu-waktu jika terkena beban berat atau terpaan angin kencang. Rumah ini hanya dilengkapi peralatan seadanya sebagai tempat berteduh dan melangsungkan aktivitas sehari-hari.

 

Nurdin mengaku sudah lama berharap dapat memperbaiki rumahnya, namun terbentur keterbatasan biaya. Sebagai warga kurang mampu, pendapatan sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

 

Di temui Media ini Saebah mengatakan.”Sudah lama kami ingin memperbaiki rumah ini, tapi kami tidak punya biaya. Setiap hujan turun, airnya masuk, dan kalau angin kencang kami takut rumah ini roboh. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah agar kami bisa punya tempat tinggal yang aman dan layak,” ungkap Saebah dengan nada haru, Kamis (11 Juni 2026).

 

“Kami sangat berharap, apakah kami layak mendapatkan bantuan bedah rumah atau tidak?

 

Kami melihat kondisi rumah kami yang sudah sangat memprihatinkan. Pekerjaan suami saya hanyalah buruh bangunan. Kami juga memiliki dua orang anak.

 

Berkas pengajuan sudah kami serahkan di Kantor Lurah Lamami, namun sampai saat ini belum ada kepastian. Kami merasa sedih melihat warga lain yang mengajukan setelah kami justru lebih cepat mendapatkan bantuan. Padahal kami sudah mengajukan berkas ini bertahun-tahun lamanya, namun belum pernah mendapatkan apa-apa. Oleh karena itu, kami ingin memastikan apakah kondisi kami memang layak atau tidak untuk mendapatkan bantuan tersebut.”

 

Melihat kondisi tersebut, rumah ini sangat layak mendapatkan bantuan melalui Program Bedah Rumah yang digulirkan pemerintah. Bantuan ini diharapkan dapat memperbaiki struktur bangunan agar layak huni, sehingga pasangan suami istri ini dapat hidup dengan tenang dan sehat.

 

Hingga berita ini diturunkan, Nurdin dan Saebah masih menanti kepastian dan harapan agar mendapatkan perhatian dari pihak berwenang untuk memperbaiki satu-satunya tempat tinggal mereka.

 

 

(IRWAN)

Exit mobile version