Daerah

Laporan Pemalsuan Bukti Transfer Dana Tali Asih : Polres Morowali Diduga Masuk Angin

 

 

Morowali,fokustime.id – Aliansi Topogaro Mengugat terus mempertanyakan proses penegakan hukum atas laporan mereka, mengenai dugaan penggelapan dana tali asih maupun laporan dugaan pemalsuan bukti transfer dari PT. Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) kepada Tim Tali Asih Topogaro yang diduga dilakukan Ketua Tim Tali Asih.

 

Lambannya penangan dan ketidak jelasan status hukum yang sudah terang benderang terjadi pelanggaran hukum, menimbulkan spekulasi miring terhadap institusi kepolisian Polres Morowali. Sehingga, dugaan Polres Morowali “masuk angin”, beredar luas dan tak bisa dibendung.

 

 

Kepada wartawan media ini, Sulham Ketua Aliansi Topogaro Menggugat dan salah satu tokoh pemuda desa Topogaro menyoroti lambannya penanganan perkara dugaan pemalsuan bukti transfer yang diduga dilakukan ketua Tim Tali Asih Topogaro yang dilaporkan sejak tanggal 18 Mei 2026.

 

 

“Dugaan pemalsuan bukti transfer itu, sudah diakui langsung sang terlapor, pada saat gelar perkara atas laporan dugaan penggelapan dana di Mapolres Morowali,” ungkap Sulham melalui sambungan telfon, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

 

 

Kala itu, tambah Safaat, hadir pula Kapolres Morowali dan sejumlah perwira serta penyidik. Hanya saja, disebutkan bahwa terkait pemalsuan itu perkara yang berbeda. Sehingga, kami memutuskan kembali membuat laporan pemalsuan bukti transfer.

 

 

“Sayangnya, hingga saat ini proses hukum di Polres Morowali seakan berjalan lamban. Kami pun bertanya-tanya, ada apa dengan pihak kepolisian. Apakah masuk angin?,” tuturnya penuh tanya.

 

 

Diungkapkan Sulham, awalnya setelah masyarakat terus mendesak transparansi dan terus mempertanyakan mengenai kejelasan jumlah dana tali asih, bukti transfer palsu dengan nilai Rp 3,5 Miliyar dikirimkan oleh Ketua BPD Topogaro ke salah satu grup WhatsApp.

 

 

“Setelah dilakukan pengecekan dan konfirmasih kepada pihak perusahaan, baru diketahui bahwa bukti transfer tersebut palsu. Berdasarkan keterangan perwakilan perusahaan dan bukti transfer asli, jumlah sebenarnya dana tali asih sebesar Rp 4 Miliyar,” kata Sulham.

(Wardi)

Exit mobile version