Daerah

NASIB MANTAN DRIVER PT WIN: PENGHASILAN TERHENTI, KEBUTUHAN KELUARGA KINI JADI KEKHAWATIRAN

 

 

KONAWE SELATAN, fokustime.id— Berhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) tidak hanya berdampak pada perusahaan dan pekerja. Dampaknya juga mulai dirasakan keluarga mantan karyawan serta masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari perputaran ekonomi di sekitar wilayah lingkar tambang.

 

Salah satunya dirasakan Adrianto, warga Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, yang sebelumnya bekerja sebagai driver dump truck (DT) di PT WIN.

 

Adrianto mengatakan dirinya mulai bekerja di PT WIN pada 1 Mei 2025 dan terakhir bekerja pada 10 Agustus 2026. Ia mengaku memilih bekerja di perusahaan tersebut karena kondisi ekonomi keluarga yang membutuhkan sumber penghasilan tetap.

 

Selain memperoleh pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, jarak lokasi kerja yang relatif dekat dari tempat tinggal juga menjadi pertimbangan baginya.

 

Selama bekerja, Adrianto mengaku menerima penghasilan sekitar Rp7 juta hingga Rp9 juta per bulan. Penghasilan tersebut menjadi salah satu sumber utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

 

«“Dengan penghasilan itu, saya sangat bersyukur karena kebutuhan istri dan anak bisa terpenuhi,” ujarnya.»

 

Pendapatan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, membayar cicilan, serta kebutuhan sehari-hari keluarga.

 

Penghasilan Turun Drastis Setelah Tidak Bekerja

 

Setelah tidak lagi bekerja di PT WIN, kondisi ekonomi keluarga Adrianto berubah. Ia mengaku kini tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan pekerjaan borongan yang datang tidak menentu.

 

Pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan penghasilan ketika masih bekerja di PT WIN.

 

«“Penghasilan sekarang tidak bisa menggantikan penghasilan saat bekerja di PT WIN. Perbedaannya sangat jauh,” katanya.»

 

Kondisi tersebut membuat Adrianto harus lebih ketat mengatur keuangan keluarga. Kebutuhan yang sebelumnya dapat dipenuhi dengan penghasilan bulanan kini harus disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.

 

Menurutnya, salah satu hal yang paling berat adalah ketika kebutuhan anak tidak dapat dipenuhi seperti sebelumnya.

 

«“Sebagai orang tua, saya kasihan melihat anak ketika meminta sesuatu, tetapi tidak bisa kami penuhi,” ungkapnya.»

 

Dampak Tidak Hanya Dirasakan Mantan Karyawan

 

Adrianto menilai berhentinya aktivitas PT WIN tidak hanya memberikan dampak kepada pekerja. Menurutnya, masyarakat di sekitar wilayah lingkar tambang juga ikut merasakan penurunan aktivitas ekonomi.

 

Warung, toko, pekerja harian, dan usaha kecil lainnya disebut ikut terdampak karena berkurangnya daya beli masyarakat.

 

«“Dulu ekonomi sangat baik, warung-warung laris. Sekarang sudah jauh berbeda,” tuturnya.»

 

Ia memperkirakan sekitar 85 persen masyarakat di lingkar tambang bergantung pada aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan PT WIN, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Menurut Adrianto, ketergantungan tersebut tidak hanya berasal dari karyawan perusahaan. Banyak masyarakat lainnya juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan harian, usaha kecil, perdagangan, maupun aktivitas ekonomi yang ikut bergerak ketika perusahaan beroperasi.

 

Rekan Kerja Banyak yang Belum Mendapatkan Pekerjaan

 

Kondisi sulit juga dirasakan sejumlah mantan rekan kerja Adrianto.

 

Ia mengatakan banyak pekerja yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari PT WIN kini belum mendapatkan pekerjaan tetap.

 

«“Teman-teman sekarang banyak yang menganggur. Kami sebenarnya hanya ingin bekerja untuk menafkahi keluarga,” katanya.»

 

Menurutnya, pekerjaan di PT WIN memberikan kepastian penghasilan setiap bulan sehingga kebutuhan keluarga dapat direncanakan dengan lebih baik.

 

Karena itu, apabila perusahaan kembali beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku, ia berharap kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, termasuk mantan pekerja, dapat kembali terbuka.

 

Berharap Ada Solusi untuk Memulihkan Ekonomi

 

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, Adrianto berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mencari solusi agar aktivitas PT WIN dapat kembali berjalan sesuai dengan ketentuan dan perizinan yang berlaku.

 

Ia berharap jika operasional perusahaan kembali berjalan, lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal dapat terbuka kembali sehingga roda perekonomian di wilayah lingkar tambang ikut bergerak.

 

«“Harapan saya ada solusi agar PT WIN bisa kembali beraktivitas seperti semula. Kami warga lokal di lingkar tambang tidak ingin terus menganggur,” ujarnya.»

 

Bagi Adrianto, keberadaan perusahaan bukan sekadar persoalan pekerjaan. Aktivitas perusahaan juga berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

 

Ia berharap pemulihan aktivitas ekonomi nantinya dapat meningkatkan kembali daya beli masyarakat, menghidupkan warung dan toko, serta membuka kesempatan kerja bagi warga lokal.

 

«“Harapan saya ekonomi masyarakat, khususnya di lingkar tambang PT WIN, bisa pulih kembali. Lapangan kerja terbuka lagi dan seluruh masyarakat bisa sejahtera,” pungkas Adrianto.»

 

(Erik)

Exit mobile version