KONAWE SELATAN ,fokustime.id— Berhentinya aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) tidak hanya berdampak pada kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perusahaan tersebut.
Salah satunya dialami Adri, warga Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, yang sebelumnya bekerja sebagai Driver Dump Truck (DT) di PT WIN.
Adri mulai bekerja di PT WIN pada 15 Juli 2025 dan terakhir bekerja pada 10 Agustus 2026. Ia mengaku memilih bekerja di perusahaan tersebut karena faktor ekonomi dan keinginan membantu memenuhi kebutuhan orang tua serta adiknya.
«“Faktor ekonomi dan ingin membantu orang tua karena perekonomian kami sangat susah,” ujar Adri.»
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya jauh lebih baik ketika masih bekerja di PT WIN. Dengan penghasilan sekitar Rp7 juta hingga Rp9 juta per bulan, ia mampu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membantu biaya orang tua dan adiknya.
“Ekonomi kami sangat baik dan semua stabil. Kebutuhan keluarga sudah bisa dipenuhi,” katanya.
Namun, setelah tidak lagi bekerja, kondisi tersebut berubah drastis. Adri mengaku kini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Penghasilan tidak ada, pekerjaan sudah tidak ada. Susah mau mencari pekerjaan. Hanya PT WIN yang kami harapkan bisa hadir kembali,” ungkapnya.
Ia mengatakan penghasilan dari pekerjaan serabutan saat ini tidak mampu menggantikan pendapatan yang sebelumnya diperoleh dari PT WIN.
“Kalau dibandingkan penghasilan di PT WIN dengan pekerjaan serabutan, sangat jauh. Kami lebih sejahtera ketika perusahaan PT WIN masih ada,” tuturnya.
Dampak Ekonomi Dirasakan Masyarakat
Adri juga menilai berhentinya aktivitas PT WIN turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk para pedagang dan pelaku usaha.
Menurutnya, perputaran ekonomi mengalami penurunan setelah aktivitas perusahaan berhenti.
“Perputaran ekonomi sangat menurun. Dulu suasana ekonomi sangat bagus dan baik,” ujarnya.
Ia memperkirakan sekitar 80 persen perekonomian masyarakat di lingkar tambang bergantung pada aktivitas perusahaan.
Adri menjelaskan, sebelum bekerja di PT WIN, dirinya dan masyarakat sekitar cukup kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk membeli kendaraan dan kebutuhan rumah.
“Dulu mau beli kendaraan saja susah, mau beli apa-apa yang kami butuhkan juga sangat susah. Tetapi dengan adanya PT WIN, alhamdulillah apa yang kami ingin beli dan kebutuhan lainnya bisa terpenuhi,” katanya.
Mantan Pekerja Kini Banyak Mengandalkan Kerja Serabutan
Tidak hanya dirinya, Adri menyebut sejumlah mantan rekan kerjanya juga mengalami kondisi serupa. Banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan baru dan akhirnya mengandalkan pekerjaan serabutan.
“Kawan-kawan rata-rata bekerja serabutan. Penghasilannya tidak menentu,” jelasnya.
Ia mengaku hal yang paling dirindukannya dari masa bekerja di PT WIN bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga kebersamaan, kepedulian, serta pengalaman bekerja secara disiplin.
“Hal-hal yang saya rindukan adalah kebersamaan, kepedulian, dan paham bagaimana bekerja serta menghargai waktu,” ungkap Adri.
Berharap PT WIN Kembali Beroperasi
Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, Adri berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak dan mendukung agar aktivitas PT WIN dapat kembali berjalan.
“Harapan saya PT WIN bisa beroperasi kembali agar kami masyarakat lingkar tambang bisa menghidupi keluarga lagi. Saat ini sangat sulit mencari pekerjaan baru,” harapnya.
Ia juga berharap apabila perusahaan kembali beroperasi, dirinya dapat kembali bekerja sebagai Driver Dump Truck seperti sebelumnya.
“Saya sangat berharap PT WIN kembali karena PT WIN ini sangat luar biasa bagi kami,” katanya.
Adri menegaskan, keinginannya kembali bekerja bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan agar dapat kembali menafkahi orang tua dan membantu kebutuhan adiknya.
“Saya berharap bisa memulai bekerja kembali di posisi awal sebagai Driver DT dan bisa menafkahi orang tua. Semoga PT WIN bisa beroperasi lagi supaya kami masyarakat kecil bisa menghidupi orang tua dan adik serta memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
(Umar)
