Daerah

Diduga Tambang Ilegal di Morowali : Polisi Tidak Bertindak, Masyarakat Turun Tangan

×

Diduga Tambang Ilegal di Morowali : Polisi Tidak Bertindak, Masyarakat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

 

 

MOROWALI, SULTENG,fokustime.id- Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kepolisian Resort (Polres) Morowali kembali mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan masyakat. Pasalnya, aktivitas penambangan ilegal kian marak di Morowali, namun disisi lain polisi seakan tutup mata.

 

 

Akhirnya, sejumlah masyarakat yang mengaku resah dan memilih turun langsung menghetikan aktivitas tambang yang diduga ilegal dengan cara menghentikan kendaraan Dump Truck yang sedang melintasi jalan melewati desa mereka dengan bermuatan material hasil penambangan.

 

 

Hal itu terungkap, dari salah satu video viral penghentian aktivitas pemuatan material hasil tambang galian batuan yang didiuga ilegal oleh sejumlah masyarakat di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 2 Juli 2026.

 

 

Dalam beberapa video yang beredar, perdebatan sengit terjadi antara pengemudi Dump Truck yang memuat hasil tambang ilegal dan masyarakat yang resah atas aktivitas tambang yang diduga tanpa legalitas resmi dari Pemerintah.

 

 

Pihak pengemudi Dump Truck mempertanyakan dasar masyarakat menghentikan aktivitas, sementara pihak masyarakat mempertanyakan legalitas aktivitas penambangan yang materialnya dimuat melintasi wilayah desa Kolono di Bungku Timur, Morowali. Sedangkan, pihak kepolisian, tidak nampak dalam video tersebut.

 

 

Salah seorang tokoh masyarakat desa Kolono yang ikut melakukan penghentian beberapa Dump Truck bermuatan hasil tambang mengatakan, aktivitas pemuatan material yang diduga ilegal akan berdampak buruk terhadap kondisi jalan diwilayah desa mereka. Belum lagi, soal dampak pingkungan. Jika, tidak ada legalitas, maka dipastikan kajian dampak lingkungan maupun dampak sosial tidak ada.

 

 

Menurut Mantan Ketua DPRD Morowali itu, masyarakat desa Kolono sudah resah dan tidak merasa nyaman dengan adanya aktivitas perusahan dalam menggunakan jalan desa yang belum lama di aspal. Masyarakat disebut, kerap mengalami kecelakaan lalulintas akibat jalan yang rusak berlubang dan material jatuh di atas aspal.

 

 

“Kitaaaa Gassss Lagi Tambang2 ilegal dan yg merusak Jln Buat Masyarakat desa,,, jln SUDH Rusak dan masyarakat Kecelakaan Jatuh akibat jln Berlubang Ulah Kendaraan Proyek Muat Material Perusahaan,,, 💪🏿💪🏿🔥🔥🔥,” tulis Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya dalam sebuah postingannya di Forum Diskusi dan Informasi (FDI), salah satu Grup WhatssApp.

(Wardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *