KONAWE SELATAN ,fokustime.id— PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menghentikan sementara kegiatan operasional perusahaan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penghentian tersebut dilakukan karena persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan hingga saat ini belum diterbitkan.Senin,10/08/2026
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada keberlangsungan kegiatan usaha perusahaan, tetapi juga dirasakan oleh para pekerja, mitra usaha, serta masyarakat yang selama ini menggantungkan perekonomiannya pada aktivitas PT WIN.
Direktur PT WIN, Nuriman Djalani, menjelaskan bahwa belum terbitnya persetujuan RKAB menyebabkan perusahaan belum dapat menjalankan kegiatan operasional secara normal. Oleh karena itu, kegiatan operasional perusahaan terpaksa dihentikan sementara.
“Dengan belum adanya persetujuan RKAB, perusahaan belum dapat menjalankan aktivitas usaha sebagaimana mestinya, sehingga operasional terpaksa dihentikan,” jelas Nuriman.
Menurut manajemen PT WIN, sejak April 2026 perusahaan telah menempatkan sejumlah karyawan dalam status standby. Selama periode tersebut, perusahaan tetap memenuhi kewajibannya dengan membayarkan gaji karyawan meskipun kegiatan operasional tidak berjalan.
Namun, hingga memasuki Agustus 2026, persetujuan RKAB yang menjadi salah satu dasar utama pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan belum juga diterbitkan.
Kondisi tersebut berdampak pada keberlanjutan kegiatan usaha sekaligus memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan. Manajemen PT WIN menilai status standby tanpa kepastian waktu tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
SEKITAR 1.500 ORANG TERDAMPAK
Penghentian operasional PT WIN turut memberikan dampak terhadap sekitar 1.500 orang, yang terdiri dari karyawan, pekerja kontrak, pekerja harian, mitra perusahaan, serta keluarga yang berada di sekitar wilayah lingkar tambang.
Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh mereka yang bekerja secara langsung di perusahaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada perputaran ekonomi dari kegiatan operasional PT WIN.
Bagi para pekerja, kondisi ini menjadi persoalan yang cukup berat. Ketidakpastian mengenai keberlanjutan pekerjaan membuat sebagian karyawan harus memikirkan kebutuhan keluarga, termasuk biaya hidup, pendidikan anak, serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Situasi tersebut juga dirasakan oleh pekerja kontrak dan harian serta para mitra usaha yang aktivitasnya berkaitan dengan kegiatan perusahaan. Berhentinya operasional membuat aktivitas ekonomi yang selama ini berjalan di sekitar wilayah lingkar tambang ikut mengalami tekanan.
Masyarakat di sekitar wilayah operasional pun menjadi pihak yang ikut merasakan dampaknya. Perputaran ekonomi yang sebelumnya ditopang oleh aktivitas perusahaan, pekerja, dan mitra usaha berpotensi mengalami penurunan selama kegiatan operasional belum kembali berjalan.
MANAJEMEN BERHARAP ADA KEPASTIAN
Pihak manajemen PT WIN berharap seluruh karyawan dan pihak yang terdampak dapat memahami situasi yang sedang dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut disebut merupakan dampak dari proses administrasi yang masih berlangsung dan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha perusahaan.
Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk kembali menjalankan kegiatan operasional setelah persetujuan RKAB diterbitkan dan seluruh ketentuan yang dipersyaratkan telah dipenuhi.
Penghentian operasional PT WIN kini menjadi perhatian masyarakat di wilayah lingkar tambang. Pasalnya, keberadaan aktivitas perusahaan selama ini turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan menjadi sumber penghidupan bagi pekerja, mitra usaha, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.
(Erik)













