Morowali,fokustime.id – Dalam rangka aksi unjukrasa untuk memperingati may day 2026, Pengurus Komisariat Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia(F-SBSI) PT. Indonesia Habao Industrial Park (IHIP) menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Morowali pada 27 April 2026.

Menurut Ardi Syamsudin selaku Plt Ketua F-SBSI PT. IHIP, langkah ini diambil, setelah melakukan rapat pengurus di Sekertariat di Dusun Rompio Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Aksi unjukrasa ini berdasarkan Undang-Undang no 9 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan penadapat dimuka umum dan momentum peringatan hari buruh internasional atau biasa dikenal dengan may day.
Kepada wartawan media ini, Ardi mengatakan, rencana aksi akan dilaksanakan pada, Jum’at, 01 Mei 2026, pukul 08.00 wita sampai dengan selesai dengan sasaran aksi di Jembatan Fly Over, Kantor PT. Baoshuo Taman Industry Invesment Group (BTIIG) dan Kantor PT. Shuosi Indonesia Investment (SII).
Dibawah kepemimpinan Hedrik sebagai Jendral Lapangan dan Ardi Djabggola sebagai Koordinator Lapangan, untuk estimasi massa aksi berjumlah 1.000 orang dengan bentuk aksi orasi dan pawai. Sementara, peralatan dan alat peraga aksi, disiapkan sound system, mobil komando, petaka, spanduk, bendera dan ban.
Ia menyebut, sejumlah poin tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi may day kali ini. Diantaranya: Pertama, penjelasan terkait dengan potongan PPH21. Kedua, Terapkan Struktur dan Skala Upah. Ketiga, Pembentukan LKS Bipartit yang selama ini hanya formalitas. Keempat, buruknya penerapan K3 sehingga kecelakaan kerja sering terjadi.
Kelima, tolak efisiensi dan PHK secara sepihak. Keenam, Perbaiki pelayanan kesehatan di klinik perusahaan. Ketujuh, tolak diskriminasi dan perlakuan tidak adil disetiap departemen di kawasan PT. IHIP. Kedelapan, segera bentuk P2 K3 dimasing-masing Tenant yang berada di area PT. BTIIG dan IHIP.
(Wardi)













