TNI/POLRI

Merawat Kebersamaan dalam Pengabdian, Polwan Polresta Gowa Gelar Bakti Religi

 

 

Gowa,fokustime.id – Ada banyak cara untuk merayakan sebuah pengabdian. Bagi Polisi Wanita (Polwan) Polresta Gowa, menyambut Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 bukan sekadar tentang seremoni, tetapi tentang menghadirkan manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan di tengah masyarakat.

 

Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan Bakti Religi yang digelar di dua tempat ibadah, yakni Masjid Al Ghaffar Polresta Gowa dan Gereja Toraja Lakipadada Sungguminasa, Jalan Poros Malino, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jum’at (28/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin Kabag SDM Polresta Gowa AKP Ida Ayu Made Ari, S.H., M.M., bersama jajaran Polwan Polresta Gowa.

 

Dengan mengenakan seragam kebanggaan, para Polwan turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan tempat ibadah. Satu per satu sudut ruangan dibersihkan, halaman dirapikan, dan lingkungan rumah ibadah ditata agar semakin nyaman digunakan masyarakat.

 

Meski sederhana, apa yang dilakukan para Polwan itu menyimpan pesan yang begitu dalam. Bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Terkadang, pengabdian hadir melalui tangan yang membersihkan, kepedulian yang diberikan, dan kehadiran yang mampu membuat masyarakat merasa diperhatikan.

 

Bakti Religi di masjid dan gereja juga menjadi simbol bahwa semangat Polwan dalam mengabdi tidak mengenal sekat perbedaan.

 

Di tempat ibadah yang berbeda, semangatnya tetap sama: merawat kebersamaan, menghormati perbedaan, dan menjaga persaudaraan.

 

AKP Ida Ayu Made Ari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78 sekaligus bentuk kepedulian Polwan Polresta Gowa terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

“Bakti Religi ini bukan hanya tentang membersihkan tempat ibadah. Lebih dari itu, kami ingin hadir dan berbagi kepedulian kepada masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dalam mempererat persaudaraan serta toleransi,” ungkapnya.

 

Menurutnya, semangat pengabdian harus terus dipelihara oleh setiap anggota Polwan. Sebab, menjadi seorang Polwan bukan hanya tentang menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga tentang bagaimana mampu hadir dengan hati di tengah masyarakat.

 

“Harapan kami, melalui kegiatan ini hubungan Polri dengan masyarakat semakin dekat. Kami ingin Polwan selalu dikenal sebagai sosok yang humanis, peduli, dan siap hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tambahnya.

 

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik seragam cokelat yang dikenakan, terdapat hati yang ingin terus mengabdi.

 

HUT Polwan ke-78 akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia pengabdian, tetapi tentang bagaimana setiap langkah terus diisi dengan kebaikan.

 

Dari masjid hingga gereja, Polwan Polresta Gowa menegaskan satu pesan sederhana: berbeda dalam tempat ibadah, namun tetap satu dalam kemanusiaan, persaudaraan, dan pengabdian.

 

(Umar)

Exit mobile version