TNI/POLRI

Jembatan Garuda Merah Putih Diresmikan, Pangdam XVIII/Kasuari Tegaskan Komitmen Hadir untuk Warga Klamana dan klawuyuk

 

 

Kota Sorong PBD , fokustime.id- Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih di Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya, menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang lebih mudah, aman, dan nyaman. Jembatan tersebut secara resmi diresmikan oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Jumat (28/8/2026).

 

Peresmian yang berlangsung di Kompleks UT, Jalan Petrochina, tersebut dihadiri sekitar 350 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Sorong, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pelajar, serta warga Kelurahan Klamana dan sekitarnya.

 

Kedatangan Pangdam XVIII/Kasuari di lokasi disambut hangat melalui penampilan tari-tarian dari Sanggar Seni Sinifagu. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Pangdam bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat mengikuti seluruh rangkaian peresmian hingga pengguntingan pita sebagai tanda resmi dibukanya jembatan untuk digunakan masyarakat.

 

Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar bangunan penghubung antarkawasan. Bagi masyarakat, jembatan ini menjadi bagian penting dari upaya membuka akses yang sebelumnya masih menghadapi berbagai keterbatasan.

 

Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Klamana dengan Kelurahan Klawuyuk di Distrik Sorong Timur dan diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 2.438 jiwa masyarakat di wilayah sekitarnya.

 

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjawab persoalan keterbatasan akses transportasi darat yang secara langsung berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

 

Menurutnya, akses yang baik akan memberikan dampak luas, bukan hanya terhadap kelancaran mobilitas, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat.

 

“Dengan tersedianya jembatan ini, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih mudah dan aman. Akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelayanan maupun kegiatan ekonomi juga menjadi semakin terbuka,” ujar Pangdam.

 

Selain memperlancar aktivitas sehari-hari, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih juga dinilai memiliki arti penting dalam situasi darurat. Akses yang lebih cepat dapat membantu proses evakuasi maupun pelayanan medis ketika masyarakat membutuhkan pertolongan segera.

 

Pangdam menegaskan, pembangunan infrastruktur untuk masyarakat membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Di tengah keterbatasan anggaran dan tuntutan efisiensi pembangunan, sinergi antara TNI Angkatan Darat dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci agar pembangunan dapat menyentuh wilayah yang benar-benar membutuhkan.

 

“Kolaborasi menjadi penting agar program pembangunan dapat dilaksanakan secara terpadu dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

 

Komitmen tersebut juga terlihat dari upaya penanganan berbagai jembatan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari. Dari pendataan yang dilakukan, terdapat 145 jembatan yang membutuhkan pembangunan maupun penanganan. Sebanyak 100 jembatan telah dikerjakan, dengan 98 di antaranya telah selesai 100 persen dan dapat dioperasionalkan, sementara dua jembatan lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

 

Pangdam berharap pola kerja sama yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan. Apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan pembangunan atau penanganan jembatan, pemerintah daerah dapat berkoordinasi melalui Kodim setempat untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya diteruskan kepada komando atas.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana kehadiran pemerintah dan TNI dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Pangdam.

 

Dukungan masyarakat terhadap pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih juga disampaikan Ketua RT 004/RW 005 Kelurahan Klamana, Usman Sangaji. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XVIII/Kasuari, Danrem 181/Praja Vira Tama, Dandim 1802/Sorong, jajaran Koramil, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga jembatan tersebut dapat terwujud.

 

Menurutnya, keberadaan jembatan memberikan perubahan positif bagi warga, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan seluruh pihak yang telah mendorong pembangunan infrastruktur tersebut.

 

Usman turut memberikan penghargaan kepada Babinsa yang selama kurang lebih tiga tahun aktif mendampingi masyarakat Kelurahan Klamana. Kehadiran Babinsa, menurutnya, tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam berbagai persoalan.

 

“Babinsa selalu hadir membantu masyarakat, bahkan di luar jam dinas. Kami berharap kehadiran seperti ini terus terjaga karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Sorong kepada jajaran TNI Angkatan Darat dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih.

 

Ia menilai jembatan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap konektivitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian di wilayah Sorong Timur.

 

“Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih baik untuk kegiatan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

 

Ruddy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Usai penyampaian sambutan, Pangdam XVIII/Kasuari secara resmi meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama unsur Forkopimda. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan sembako kepada perwakilan masyarakat serta alat tulis kepada para siswa dan siswi.

 

Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pangdam bersama jajaran dan masyarakat kemudian melaksanakan foto bersama sebelum rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Rama Tama.

 

Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang membuka kesempatan, memperkuat konektivitas, dan menghadirkan kemudahan bagi masyarakat.

 

Bagi warga Klamana dan Klawuyuk, jembatan ini kini menjadi jalur baru yang diharapkan mampu memperlancar kehidupan sehari-hari. Sementara bagi TNI dan pemerintah daerah, keberadaan jembatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

 

(TK)

Exit mobile version