Palopo, fokustime.id— Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma, S.H., S.I.K., M.M mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi aksi tawuran antar kelompok yang belakangan meresahkan masyarakat di Kota Palopo.
Sebanyak 20 personel Brimob diperintahkan untuk diturunkan dan disiagakan di dua titik yang dinilai rawan terjadi bentrokan, masing-masing 10 personel di wilayah Pentojangan dan 10 personel lainnya di wilayah Palangiran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang selama ini merasa terganggu akibat aksi tawuran yang kerap terjadi.
Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma mengatakan, penempatan personel Brimob merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam menekan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Palopo.
“Kami menurunkan personel Brimob di titik-titik yang dianggap rawan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar aksi tawuran tidak kembali terjadi,” ujar AKBP Dedi Surya Dharma.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi kelompok-kelompok yang mencoba membuat keresahan di tengah masyarakat.
“Keamanan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami akan bertindak tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam aksi tawuran maupun tindakan kriminal lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Selain melakukan penjagaan dan patroli intensif, personel juga diminta untuk melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat dan para pemuda guna mencegah terjadinya konflik susulan.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat memicu aksi kekerasan antar kelompok.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi Kota Palopo tetap aman, damai dan kondusif,” ucapnya.
Sebelumnya Kapolres Palopo juga telah menekankan kepada seluruh personil agar menembak ditempat menggunakan peluru karet bila para pemuda yang kerap melakukan tawuran tersebut mulai menyerang aparat.
(Umar)












