LUWU, fokustime.id— Menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun budaya keselamatan di jalan. Hal tersebut terus dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Luwu melalui kegiatan edukasi Kamseltibcarlantas kepada anak-anak dan orang tua.
Kali ini, Satlantas Polres Luwu menggelar sosialisasi Kamseltibcarlantas di Gereja Toraja Jemaat Paccerakkang 2, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Rabu (19/8/2026) sore.
Diketahui kegiatan tersebut diikuti Pendeta Gereja Toraja Jemaat Paccerakkang 2, majelis gereja, dewan guru yayasan, serta anak-anak binaan PPA Paccerakkang 2 yang hadir bersama orang tua masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Luwu memberikan edukasi mengenai etika berlalu lintas, sejumlah pelanggaran lalu lintas yang menjadi prioritas, serta pentingnya membangun kebiasaan aman dan tertib ketika berada di jalan.
KBO Satlantas Polres Luwu IPDA Muslimin mengatakan, edukasi kepada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran keselamatan berlalu lintas.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa keselamatan di jalan harus menjadi kebiasaan sejak dini. Apa yang mereka pelajari hari ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal ketika mereka nantinya menjadi pengguna jalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadi contoh bagi anak-anak dalam menerapkan perilaku tertib berlalu lintas.
“Anak-anak belajar dari lingkungan terdekatnya. Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk memberikan contoh, seperti menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri maupun pengguna jalan lainnya,” tambah IPDA Muslimin.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Luwu IPDA Utari Hara Pratiwi, S.E. mengatakan, kegiatan tersebut dikemas secara komunikatif agar pesan keselamatan lalu lintas dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak maupun orang tua.
“Kami berupaya menyampaikan edukasi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga memahami mengapa keselamatan itu penting,” katanya.
Kasat Lantas Polres Luwu AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa pembentukan budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya disampaikan melalui penindakan. Edukasi sejak dini dan keteladanan dari orang tua merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak agar kelak menjadi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran orang tua dalam kegiatan tersebut menjadi nilai penting karena edukasi yang diterima anak dapat diteruskan dan dibiasakan di lingkungan keluarga.
Di tempat terpisah, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan edukasi yang menyasar anak-anak dan keluarga.
“Membangun budaya keselamatan berlalu lintas harus dimulai sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan pemahaman yang baik dan orang tua memberikan teladan, kita sedang membangun generasi yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan di jalan,” tegas Kapolres.
Kapolres juga mendorong jajaran Satlantas untuk terus memperluas kegiatan edukasi yang menyentuh langsung keluarga dan generasi muda.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing dan hearing. Anak-anak bersama orang tua diberikan ruang untuk berinteraksi dan menyampaikan berbagai pertanyaan maupun pengalaman terkait keselamatan berlalu lintas.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Luwu berharap pesan keselamatan tidak berhenti di lokasi sosialisasi, tetapi dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak bersama keluarga dapat menjadi bagian dari pelopor keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Luwu.
(Umar)













