Fokustime.id – KONAWE SELATAN, 5 Oktober 2026 — Berhentinya operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi keluarga pekerja di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Seorang ibu rumah tangga di Dusun 2 Torobulu, Yardiani, mengaku kondisi keluarganya berubah drastis setelah suaminya kehilangan pekerjaan sebagai operator di perusahaan tersebut.
Sebelumnya, suaminya berpenghasilan sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan masih memungkinkan keluarga menabung.
Kini, kebutuhan sehari-hari semakin sulit dipenuhi. Bahkan, untuk membeli susu dan popok anak serta membayar listrik, keluarga harus berhemat dan sesekali mendapat bantuan dari mertua.
“Sekarang memegang uang belanja sehari-hari saja sangat sulit. Yang paling berat kebutuhan dapur dan anak yang masih kecil, terutama membeli susu dan popok,” ujar Yardiani, Senin (5/10/2026).
Untuk bertahan hidup, suaminya kini mencoba mencari penghasilan dengan melaut sebagai nelayan tradisional. Namun, hasilnya tidak menentu dan dalam beberapa kali melaut ia bahkan pulang tanpa membawa hasil.
Yardiani juga berusaha menambah pemasukan dengan berjualan aksesori dan mainan anak. Namun, pendapatan dari usaha tersebut belum mampu menggantikan penghasilan sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, ia berharap pemerintah segera mencari solusi atas dampak berhentinya operasional PT WIN terhadap masyarakat sekitar.
Ia berharap PT WIN dapat kembali beroperasi sehingga lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat Torobulu kembali bergerak.
“Dengarkan kami, masyarakat kecil Desa Torobulu. Kami ingin bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan anak serta keluarga,” harapnya.
(Umar)
