Poso ,fokustime.id– Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Bhayangkara Tadulako Offroad (BTOF) menggelar Bhayangkara Poso Overland 2026 dengan mengusung tema “Jejak Seribu Megalit Menyusuri Pesona Danau Poso”.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yang dimulai dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 itu diikuti sebanyak 12 unit kendaraan offroad dan mengambil sejumlah rute wisata serta kawasan bersejarah di Kabupaten Poso.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri yang diwakili Kabid TIK Polda Sulteng Kombes Pol Heni Agus Sunandar selaku Pembina Bhayangkara Tadulako Offroad (BTOF), memimpin jalannya rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, BTOF turut memberikan dukungan kepada panitia yang dimotori oleh Polres Poso bersama tim, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan sinergitas dalam menyukseskan kegiatan yang memadukan petualangan, wisata, budaya, nasionalisme dan kepedulian sosial.
Selain menjadi ajang eksplorasi wisata alam dan budaya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada masyarakat.
Hal ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan komunitas.
Adapun rangkaian kegiatan dimaksud, pada hari pertama, Jumat (7/8/2026), peserta memulai perjalanan dari Palu menuju Danau Tambing hingga ke Danau Doda.
Perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi Situs Megalit Lembah Napu yang merupakan salah satu kekayaan sejarah dan budaya di Kabupaten Poso.
Setelah menjelajahi kawasan tersebut, peserta melanjutkan perjalanan menuju Danau Doda untuk melaksanakan camping dan malam ramah tamah.
Kegiatan ini menjadi momentum membangun keakraban serta mempererat silaturahmi antaranggota komunitas.
Memasuki hari kedua, Sabtu (8/8/2026), perjalanan dilanjutkan dari Danau Doda menuju Polres Poso. Selanjutnya, peserta melaksanakan pembentangan Bendera Merah Putih di Kota Poso sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari Kota Poso, rombongan kemudian bergerak menuju Danau Poso, Tentena, untuk melaksanakan camping dan malam kebersamaan yang diisi dengan kegiatan silaturahmi antar komunitas.
Sementara pada hari ketiga, Minggu (9/8/2026), rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Danau Poso, Tentena, dengan agenda senam pagi, pengundian doorprize dan penutupan resmi Bhayangkara Poso Overland 2026.
Kabid TIK Polda Sulawesi Tengah selaku Pembina BTOF mengatakan, Bhayangkara Poso Overland 2026 merupakan kegiatan positif yang tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi otomotif dan offroad, tetapi juga memiliki nilai wisata, budaya, nasionalisme serta kepedulian sosial.
“Bhayangkara Poso Overland ini bukan hanya tentang perjalanan dan kendaraan offroad. Di dalamnya ada semangat kebersamaan, kecintaan terhadap alam dan budaya, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial,” ujar Kombes Pol Heni Agus Sunandar.
Menurutnya, keberadaan komunitas offroader dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkenalkan berbagai potensi wisata yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, sekaligus menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara Polri, komunitas dan masyarakat.
“Dengan menyusuri kawasan megalit dan pesona Danau Poso, kita ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Karena itu, kegiatan seperti ini harus menjadi momentum untuk bersama-sama menjaga dan mempromosikan potensi tersebut,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terlaksananya Bhayangkara Poso Overland 2026, termasuk kepedulian yang diwujudkan melalui penyaluran 100 paket sembako kepada masyarakat.
Kombes Pol Heni berharap kegiatan Bhayangkara Poso Overland dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda komunitas, tetapi dapat terus berkembang menjadi kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pariwisata, perekonomian masyarakat dan pelestarian lingkungan serta budaya. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong yang terbangun dapat terus dijaga,” harapnya.
Ia juga berharap Bhayangkara Tadulako Offroad semakin solid dan mampu menjadi komunitas yang tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif, tetapi juga konsisten menghadirkan kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan hobi sebagai sarana untuk membangun persaudaraan, memperkenalkan keindahan Sulawesi Tengah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan membawa kesan positif bagi semua peserta,” pungkasnya.
(Umar)













