Uncategorized

Monumen Sejarah dan Edukasi Generasi Muda, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si.,Letakkan Batu Pertama untuk Rehabilitasi Pembangunan Tugu Brimob di Bukit Loiteglas Halteng

×

Monumen Sejarah dan Edukasi Generasi Muda, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si.,Letakkan Batu Pertama untuk Rehabilitasi Pembangunan Tugu Brimob di Bukit Loiteglas Halteng

Sebarkan artikel ini

 

Maluku Utara,Fokustime.id – Sebagai bentuk monumen sejarah dan edukasi generasi muda, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., melaksanakan peletakan batu pertama rehabilitasi pembangunan Tugu Brimob di Taman Bukit Loiteglas, Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Senin (4/8).

 

Turut hadir Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., Para Pejabat Utama Polda Malut, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, S.IP, M.Si., Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto S.PD.T., S.I.K., serta unsur Forkopimda Kabupaten Halteng.

 

Dalam sambutannya, Kapolda menjelaskan alasan dirinya menggunakan baret Brimob pada kesempatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat juang dan sejarah panjang satuan Brigade Mobil (Brimob) dalam mempertahankan kedaulatan negara.

 

“Penggunaan baret ini bukan tanpa alasan. Ketika mendengar rencana pembangunan Tugu Brimob, seperti yang disampaikan Bapak Bupati, semangat saya begitu tergugah,” ujar Kapolda.

 

Kapolda memaparkan sejarah berdirinya Brimob yang bermula dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, pasukan polisi khusus bentukan Jepang pada April 1944. Pasukan ini kemudian berkembang menjadi Polisi Istimewa yang turut berperan dalam melucuti senjata Jepang dan menyerahkannya kepada pejuang kemerdekaan, bukan kepada pihak Sekutu atau Belanda.

 

Polisi Istimewa tersebut selanjutnya dideklarasikan oleh Inspektur Polisi Muhammad Yahya Yasin, tokoh asal Buton Wakatobi, sebagai cikal bakal terbentuknya Mobrig (Mobile Brigade). Nama tersebut kemudian diubah menjadi Brimob oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.

 

Kapolda juga mengungkapkan bahwa wilayah Maluku Utara, termasuk Weda, Tidore, Ternate, Sofifi, hingga Pulau Gebe, memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, khususnya dalam operasi pembebasan Irian Barat. Beliau menyebutkan bahwa di Tidore terdapat dua makam anggota Pelopor yang gugur akibat malaria saat bertugas pada masa tersebut.

(Umar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Sidang Paripurna Hari…