Soppeng, fokustime.id – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2026 di Kabupaten Soppeng berlangsung di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.20 Wita tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Soppeng turut hadir melalui Kasi Humas Polres Soppeng AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., dan Kapolsek Marioriawa AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I. Kehadiran jajaran Polres Soppeng menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan serta penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pengelola kawasan, kelompok masyarakat dan berbagai pihak terkait.
Peringatan HKAN 2026 turut dihadiri Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan Ir. Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D., Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, unsur TNI, Kejaksaan, pemerintah kecamatan dan desa, perbankan, pihak swasta, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Mitra Polhut serta sejumlah tokoh masyarakat.
Sejumlah agenda dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya video conference bersama Menteri Kehutanan, Wakil Menteri Kehutanan dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari TWA Angke Kapuk Jakarta, launching camping ground serta seremonial penanaman pohon.
Ditempat terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Konservasi alam bukan hanya tentang menjaga kawasan hutan, tetapi juga menjaga kehidupan yang ada di dalamnya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, masyarakat dan seluruh pihak sangat penting agar kawasan konservasi tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Kapolres.
Menurutnya, keberadaan TWA Lejja tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi potensi wisata yang perlu dikembangkan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum HKAN sebagai pengingat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan, sekaligus bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan kawasan wisata.
“Ketika alam terjaga, masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya. Mari kita rawat kawasan ini bersama-sama, sehingga tetap menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi sekaligus tetap terjaga kelestariannya bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Peringatan HKAN sendiri menjadi momentum nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem. Selain menjaga fungsi ekologis, kawasan konservasi juga dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat dan pariwisata alam yang bertanggung jawab.
Kegiatan di TWA Lejja kemudian ditandai dengan launching camping ground dan penanaman pohon secara seremonial sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar dan terkendali.
(Umar)













