Fokustime.id MAROS – Enam hari sudah berlalu sejak Andika alias Dika (15), remaja asal Dusun Tombolo, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, diduga tenggelam di sebuah kolam yang menjadi sumber mata air. Namun hingga Selasa, 29 September 2026, keberadaan Dika masih belum diketahui. Pencarian yang dilakukan secara gabungan sejak hari pertama hingga hari keenam belum membuahkan hasil.

Sekitar pukul 08.00 WITA, Kapolsek Tompobulu IPTU Jumaruddin, S.Sos. bersama tim gabungan kembali melanjutkan pencarian. Tim kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WITA untuk memantau kondisi kolam. Berbeda dengan pencarian sebelumnya, hari keenam tidak lagi dilakukan pengurasan menggunakan Alkon sehingga ketinggian air kembali diperkirakan mencapai sekitar 12 meter.
Sekitar pukul 10.00 WITA, tim gabungan bersama warga melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar kolam. Pencarian kemudian dihentikan sementara pada siang hari untuk beristirahat dan kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.00 WITA. Hingga sekitar pukul 16.00 WITA, personel masih melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar lokasi.
Pencarian kali ini berlangsung dalam suasana yang semakin penuh tanda tanya. Sebelumnya, enam unit Alkon telah digunakan untuk menurunkan permukaan air, sementara penyelam Basarnas juga telah melakukan penyisiran hingga kedalaman sekitar 12 meter. Namun kondisi air yang keruh dan gelap membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas. Di bawah permukaan juga terdapat sejumlah sumber mata air yang keluar dari sela-sela batu cadas dengan aliran cukup deras, ditambah keberadaan akar dan ranting pohon yang menjadi hambatan saat penyisiran.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, sosok Dika belum juga ditemukan. Kondisi tersebut membuat keberadaan korban semakin menyisakan tanda tanya. Terlebih, air yang sebelumnya berhasil diturunkan dengan pompa kini kembali mencapai sekitar 12 meter karena pengurasan tidak lagi dilakukan.
Operasi pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas Kota Makassar, BPBD Maros, Damkar Maros, Polri, TNI, Puskesmas Tompobulu, SAR Unhas, SAR UNM, SAR UMI hingga Human Initiative. Seluruh unsur tersebut masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
Di tengah proses pencarian, Kapolsek Tompobulu IPTU Jumaruddin juga menyerahkan tambahan logistik kepada posko pencarian berupa 10 dus air mineral, lima rak telur ayam serta kopi dan gula. Logistik tersebut diterima langsung Ketua Tim Gabungan Rappind, S.Si., M.A.P.
Sementara itu, sekitar pukul 18.00 WITA, akses jalan menuju lokasi rencananya ditutup sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada malam hari. Penutupan akses tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan personel setelah aktivitas pencarian dihentikan pada malam hari.
Memasuki hari keenam, muncul kekhawatiran bahwa apabila hingga Rabu, 30 September 2026 korban belum ditemukan, operasi pencarian akan memasuki tahap evaluasi. Belum dapat dipastikan apakah seluruh personel akan ditarik atau pencarian akan diperpanjang, karena keputusan tersebut berada pada kewenangan pihak terkait berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan.
Bagi keluarga, harapan untuk menemukan Dika masih tetap ada. Enam hari telah berlalu, air pernah diturunkan dengan enam Alkon, penyelam telah berupaya menyisir kedalaman kolam, dan berbagai unsur telah dikerahkan. Namun satu pertanyaan masih belum terjawab: di mana sebenarnya keberadaan Dika?
Kolam sumber mata air di Dusun Tombolo kini menyisakan tanda tanya besar. Apakah korban masih berada di dalam kolam, terdapat bagian yang belum berhasil dijangkau, atau ada kemungkinan lain yang belum terungkap? Semua masih membutuhkan pembuktian melalui pencarian dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hari keenam berakhir tanpa kepastian. Dika belum ditemukan, sementara waktu terus berjalan dan keluarga masih menunggu satu kabar yang paling mereka harapkan: ditemukannya korban.(Lallygeger)













