TNI/POLRI

Dua Tahun Menggantungkan Hidup di PT WIN, Kini Mantan Pekerja Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi: “Kami Ingin Kembali Bekerja”

×

Dua Tahun Menggantungkan Hidup di PT WIN, Kini Mantan Pekerja Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi: “Kami Ingin Kembali Bekerja”

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN ,fokustime.id— Bagi Abdul Kadir, pekerjaan di PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) pernah menjadi jawaban atas satu pertanyaan sederhana yang setiap hari dipikirkan seorang kepala keluarga: bagaimana memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi?

 

Selama kurang lebih dua tahun, penghasilan dari pekerjaannya di PT WIN menjadi sandaran utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tidak ada pekerjaan lain yang menjadi pegangan. Namun ketika aktivitas perusahaan terhenti, sumber penghasilan yang selama ini diandalkan itu ikut terputus.

 

Kini, Abdul Kadir harus menjalani hari-hari dengan kondisi ekonomi yang jauh berbeda. Warga Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, tersebut mengaku kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, terutama kebutuhan anak.

 

“Dulu pekerjaan lancar, penghasilan sangat baik, lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga. Semua kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi,” ungkap Abdul Kadir saat diwawancarai, Sabtu (29/8/2026).

 

Menurutnya, PT WIN selama ini bukan sekadar tempat bekerja. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian yang menjadi tumpuan keluarganya.

 

“Tidak ada usaha lain, hanya mengandalkan pekerjaan di PT WIN. Perusahaan itu satu-satunya tempat saya mencari nafkah,” ujarnya.

 

Setelah tidak lagi bekerja, tekanan ekonomi mulai terasa. Kebutuhan yang sebelumnya dapat dipenuhi dari penghasilan bulanan kini harus dipikirkan dengan lebih keras.

 

“Ekonomi saya sangat prihatin, apalagi kebutuhan anak. Sekarang semuanya serba sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

 

Abdul Kadir mengaku tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Ia telah berusaha mencari pekerjaan baru dengan memasukkan sejumlah lamaran ke berbagai tempat. Namun, hingga kini belum ada kesempatan kerja yang diperolehnya.

 

“Saya sudah mencoba memasukkan lamaran, tetapi belum ada hasil. Sampai sekarang masih menganggur karena rata-rata tempat yang saya datangi belum ada lowongan pekerjaan,” jelasnya.

 

Di tengah kondisi tersebut, Abdul Kadir juga melihat perubahan pada kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tempat tinggalnya. Menurut dia, ketika PT WIN masih beroperasi, aktivitas perusahaan ikut menghidupkan berbagai usaha masyarakat.

 

“Dulu waktu perusahaan beroperasi, perputaran ekonomi lancar. Pasar ramai, warung ramai, warung makan ramai karena ada aktivitas perusahaan,” tuturnya.

 

Kini, kondisi itu mulai terasa berbeda. Sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya mendapatkan pemasukan dari aktivitas pekerja dan perusahaan ikut merasakan sepinya pembeli.

 

“Sekarang banyak pelaku usaha yang sepi karena perusahaan tidak beroperasi lagi,” tambahnya.

 

Di balik kondisi tersebut, Abdul Kadir menyampaikan satu harapan yang sederhana: dapat kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk keluarganya.

 

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi para pekerja serta masyarakat yang terdampak dan mencari jalan keluar agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.

 

“Kami berharap kondisi ini cepat berlalu. Kami ingin para pekerja bisa bekerja kembali, pelaku usaha bisa ramai kembali, dan perputaran ekonomi di Kabupaten Konawe Selatan, khususnya Kecamatan Palangga Selatan, bisa berjalan lancar seperti sebelumnya,” harapnya.

 

Abdul Kadir juga berharap aspirasi masyarakat yang saat ini berada dalam kondisi sulit dapat didengar dan menjadi perhatian pemerintah.

 

“Semoga Bapak Presiden RI dan pemerintah daerah dapat melihat kondisi kami saat ini,” tutupnya.

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *