Palu, fokustime.id– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Dr Endi Sutendi memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2026 dalam rangka pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis 12/03/2026 sore, di halaman Mako Polda Sulteng.
Apel tersebut dihadiri unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, diantaranya Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Staf Ahli Bidang SDM Moh. Arif Latjuba, SE., M.Si, Perwakilan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Pembinaan Dr. Bambang Winarno, S.H., M.H., Pengadilan Tinggi yang diwakili Hakim Ad Hoc Tipikor Dr. Hendro Nurwantoko, S.H., M.H., Kabinda Sulteng yang diwakili Kabag Ops BIN Daerah Bernard Kandolia, Kepala BNNP Sulteng Brigjen Pol Ferdinand Maksi Pasule, S.I.K., serta perwakilan Danlanal Palu Letda Laut (PM) May Anshori.
Selain itu juga turut dihadiri Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda, para pejabat utama (PJU) Polda Sulteng, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa serta para undangan lainnya.
Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang di bacakan Kapolda Sulteng disampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana.
Apel ini juga menjadi wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini mengalami dinamika yang cukup kompleks, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
“Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional apabila tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah diplomasi internasional serta kebijakan strategis guna menjaga stabilitas nasional, termasuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak dan gas serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Sementara itu, menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, pemerintah memprediksi potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang.
“Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang, namun tetap memerlukan kesiapan pengamanan secara maksimal,” terangnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, Polri bersama TNI serta instansi terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari kedepan, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 mendatang, dengan melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Polri juga menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Pos-pos tersebut akan menjadi pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital dan pusat aktivitas masyarakat, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Di sisi lain, personel juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat prediksi cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia selama periode mudik Lebaran.
Menutup amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dari TNI-Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta mitra kamtibmas yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas demi mewujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono turut mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keamanan lingkungan, serta memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Operasi Ketupat Tinombala 2026 ini, lanjut Kabid Humas, diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang akan merayakan Idul Fitri, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang beraktivitas di wilayah tersebut.
(Umar)












