Daerah

PT WIN Berhenti, Dagangan Pedagang Torobulu Kian Sepi, Kedai Terancam Tutup

×

PT WIN Berhenti, Dagangan Pedagang Torobulu Kian Sepi, Kedai Terancam Tutup

Sebarkan artikel ini

 

 

KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA, fokustime.id— Berhentinya operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) tidak hanya berdampak pada pekerja perusahaan. Pedagang kecil di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, juga mengaku kehilangan pembeli dan mengalami penurunan omzet secara drastis.

 

Kondisi tersebut dirasakan langsung Ibu Satra, pedagang di Dusun II Torobulu, saat ditemui pada Selasa (29/9/2026).

 

Ia mengatakan, penurunan pembeli mulai terasa setelah aktivitas PT WIN berhenti dan para pekerja tidak lagi ramai beraktivitas seperti sebelumnya.

 

“Sebelum PT WIN berhenti, omzet saya sekitar Rp1 juta per hari. Sekarang paling sekitar Rp200 ribu per hari, itu pun tidak menentu dan belum tentu habis terjual,” ujar Satra.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat omzet usahanya turun sekitar 80 persen. Barang dagangan yang sebelumnya cepat habis karena banyak pekerja PT WIN berbelanja, kini kerap tersisa.

 

“Dulu gorengan, teh hijau, Pop Ice, jus mangga, nasi ayam geprek dan lainnya cepat habis. Sekarang banyak yang tersisa karena pembeli berkurang,” katanya.

 

Satra mengaku terpaksa mengurangi jumlah barang yang dibeli dari pemasok karena daya beli masyarakat menurun. Ia juga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena tidak memiliki sumber penghasilan lain selain berjualan.

 

“Kalau begini terus, saya khawatir kedai saya bisa tutup. Sekarang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kami bahkan harus berutang di koperasi dan mengandalkan sisa penghasilan dari jualan,” ungkapnya.

 

Ia menyebut kondisi serupa juga dirasakan sejumlah pedagang lainnya di sekitar Torobulu. Menurutnya, ketika aktivitas PT WIN masih berjalan, penghasilan pekerja turut menggerakkan usaha kecil seperti kedai, warung, kos-kosan dan usaha masyarakat lainnya.

 

Satra berharap pemerintah melihat dampak berhentinya operasional PT WIN bukan hanya dari sisi perusahaan dan pekerja, tetapi juga dari sisi masyarakat kecil yang selama ini ikut bergantung pada perputaran ekonomi di sekitar wilayah tambang.

 

“Kami berharap pemerintah hadir. Dampaknya bukan hanya dirasakan pekerja yang kehilangan penghasilan, tetapi pedagang seperti kami juga kehilangan pembeli dan pemasukan,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan harapannya agar PT WIN dapat kembali beroperasi sehingga roda ekonomi masyarakat Torobulu kembali bergerak.

 

“Kalau PT WIN kembali beroperasi, kami berharap bukan hanya pekerja yang kembali bekerja, tetapi ekonomi masyarakat Torobulu juga kembali bergerak,” tuturnya.

 

Satra meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat kecil yang kini harus bertahan di tengah menurunnya pendapatan.

 

“Kami hanya ingin pemerintah mendengar suara masyarakat kecil dan memberikan kepastian. Jangan sampai kami terus bertahan dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit,” pungkasnya.

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *