Fokustime.id – Maros, 13 Mei 2025 – Destinasi alam Sungai Safana Goa Panikia Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, kembali jadi sorotan usai viral di media ksosial. Namun di balik keindahan yang menggoda mata, lokasi ini memakan korban jiwa. Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin, Marsanda (20), ditemukan tewas tenggelam usai terseret arus sungai saat mandi bersama rekannya, Senin (12/5) sore.

Korban asal Permata Sudiang Raya, Makassar, dilaporkan hilang sekitar pukul 16.30 WITA ketika sedang bermain air di aliran Sungai Parammeang, yang mengalir di kawasan Goa Panikia. Usai pencarian intensif, korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Suptriadi Jamal (51) pada Selasa (13/5) sekitar pukul 17.20 WITA dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad Marsanda ditemukan di Sungai Tampala Parolloi, tepatnya di Dusun Tombolo, Desa Tompobulu, sekitar 5 kilometer dari titik awal korban dinyatakan tenggelam.
Sungai Safana Goa Panikia selama ini dikenal karena lanskapnya yang memukau: padang safana hijau, tebing alami, serta aliran sungai yang jernih. Lokasi ini viral di Instagram dan Facebook, namun belum dikelola secara resmi. Tak ada rambu peringatan, pos pengawasan, ataupun petugas keselamatan.
Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur, menyampaikan keprihatinan mendalam dan imbauan tegas kepada masyarakat:
“Kami minta pengunjung lebih berhati-hati, apalagi di musim hujan. Sungai bisa terlihat tenang, tapi air bah bisa datang tiba-tiba dari hulu,” ucapnya.
Jenazah korban telah dipulangkan ke pihak keluarga di Makassar, diiringi suasana duka mendalam.
Kejadian ini membuka mata banyak pihak bahwa lokasi wisata alam yang viral tak selamanya aman. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti dengan pemasangan rambu dan pengelolaan lokasi agar kejadian serupa tak terulang. Keindahan alam Goa Panikia memang menggoda, tapi keselamatan harus tetap jadi prioritas. (Lallygeger)