MAROS ,fokustime.id– Pemerintah Kabupaten Maros bersama unsur Forkopimda terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan agama dan menangkal penyebaran aliran sesat. Salah satu buktinya adalah kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam Terpadu dan Berkelanjutan yang digelar di Masjid Nurul Ghufron, Dusun Bonto-Bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Asisten I Pemkab Maros Amiruddin S.Sos., M.Si mewakili Bupati Maros, Kepala Kemenag Maros DR. Muhammad, Ketua MUI Maros KH. Samsul Halik, Ketua Baznas Maros DR. Ansar Taufik, hingga Kapolsek Tompobulu AKP Makmur, S.Sos, dan Kepala Desa Bonto Somba, Suparman.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA ini diwarnai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari berbagai pihak, tausiyah, hingga sesi tanya jawab dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bonto Somba menyinggung pentingnya penguatan pendidikan agama di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan adanya kejadian sebelumnya di Dusun Cindakko dan Dusun Bonto-Bonto yang diduga terpapar aliran sesat. “Kami butuh dukungan dalam hal SDM, terutama guru agama,” ujarnya.
Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur, berharap kegiatan ini tidak hanya sekali digelar. “Kami sangat berharap bimbingan ini bisa terus berlanjut, agar masyarakat kami punya bekal agama yang kuat dan tidak mudah terpengaruh ajaran menyimpang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Maros menekankan pentingnya peran penyuluh agama. Ia juga mengajak para kepala KUA se-Kabupaten Maros untuk terus berinovasi dalam menjalankan tugas pembinaan umat.
Ketua PCNU Maros bahkan menawarkan solusi konkret dengan meminta kepala desa mengarahkan anak-anak warga yang ingin memperdalam ilmu agama untuk menempuh pendidikan di pesantren yang ia kelola di Kecamatan Tanralili.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah dari Ustadz Hamzah Ahmad, S.Ag., M.A, dan berlangsung dengan aman hingga pukul 13.00 WITA. Menurut catatan, kegiatan ini merupakan respons langsung atas masuknya aliran sesat yang sebelumnya sempat meresahkan masyarakat setempat.
Tagline:
Kolaborasi Ulama dan Pemerintah Hadirkan Benteng Akidah untuk Masyarakat Tompobulu
(LLGg)