Maros, fokustime.id— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maros terus menggencarkan pelayanan administrasi kependudukan melalui program inovatif bertajuk TANDU (Tanggap Darurat Administrasi Kependudukan).
Program ini menyasar warga yang sedang sakit, lansia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana yang belum memiliki KTP elektronik atau Kartu Keluarga (KK).
Kepala Disdukcapil Maros, H. Noeralim, menjelaskan bahwa TANDU merupakan bagian dari program percepatan pendataan kependudukan yang dilakukan setiap hari secara berkeliling ke seluruh kecamatan di Kabupaten Maros.
“TANDU adalah bentuk percepatan pelayanan kami. Setiap hari tim kami bergerak dari kecamatan ke kecamatan untuk melakukan perekaman langsung, terutama kepada warga yang sakit atau tidak mampu datang ke kantor,” ujar H. Noeralim, Senin (2/6/2025).
Melalui program ini, petugas Disdukcapil dilengkapi dengan peralatan perekaman portabel dan siap memberikan pelayanan langsung di rumah warga atau fasilitas kesehatan. Pelayanan ini bersifat gratis dan dapat diajukan melalui pemerintah desa atau kelurahan.
Respons cepat Disdukcapil ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Camat Tompobulu, Hardiman Bakri, yang menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung tim Dukcapil ke wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Disdukcapil. Setelah kami informasikan bahwa ada seorang warga kami yang sedang dirawat di puskesmas dan belum memiliki KK maupun KTP, tim langsung turun dan melakukan perekaman. Berkat e-KTP tersebut, pasien bisa segera mendapat pelayanan kesehatan,” ungkap Hardiman.
Menurut H. Noeralim, kehadiran TANDU bukan hanya menjamin hak sipil warga, tetapi juga mendukung akses mereka terhadap layanan publik seperti BPJS, bantuan sosial, hingga proses pendidikan dan pekerjaan.
“Dokumen kependudukan adalah hak dasar. Jangan sampai ada warga yang kehilangan haknya hanya karena sakit atau keterbatasan fisik,” tegasnya.
Program ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, seperti puskesmas, perangkat desa, dan kader kesehatan, guna memetakan warga yang membutuhkan pelayanan TANDU secara cepat dan tepat sasaran.
Dengan pendekatan jemput bola yang konsisten, Disdukcapil Maros menargetkan tidak ada lagi warga yang tercecer dalam sistem administrasi. Program TANDU pun mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa sangat terbantu.
(Dany)
