KONAWE SELATAN, fokustime.id— Berhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan. Kondisi tersebut disebut berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan tenaga kerja lokal.
Aktivis buruh Sulawesi Tenggara, Agus Rohi, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai persoalan belum terbitnya RKAB PT WIN jangan sampai berujung pada semakin banyaknya pekerja kehilangan mata pencaharian.
«“Sangat disayangkan. Akibat RKAB yang belum juga terbit, kurang lebih 500 tenaga kerja lokal terdampak PHK. Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Agus.»
Menurutnya, PT WIN selama ini disebut telah memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitar, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kegiatan bantuan kepada masyarakat.
Dampak penghentian aktivitas perusahaan, kata Agus, tidak hanya dirasakan pekerja. Perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional juga ikut menurun, terutama pedagang kecil, warung makan, dan pelaku usaha yang selama ini bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Yang terdampak bukan hanya karyawan. Ada keluarga, pedagang kecil, warung makan dan pelaku usaha lainnya yang ikut merasakan dampaknya,” tegasnya.
Agus meminta pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, segera memberikan kejelasan terkait RKAB PT WIN agar aktivitas perusahaan dan mata pencaharian pekerja dapat kembali berjalan sesuai ketentuan.
Ia menegaskan pihaknya akan menyuarakan persoalan tersebut melalui aksi demonstrasi ke ESDM RI.
«“Kami akan melakukan aksi ke ESDM RI untuk mendesak adanya kejelasan dan percepatan proses RKAB PT WIN. Ini bukan sekadar soal perusahaan, tetapi menyangkut nasib pekerja dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” pungkas Agus.»
(Erik)
