Soppeng,fokustime.id – Polres Soppeng terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) tingkat Kabupaten Soppeng. Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lalabata, Jalan Pemuda, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, dimulai sekitar pukul 10.35 Wita. Rapat dipimpin oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Soppeng Nazamuddin, S.H., M.H., dan dihadiri KBO Sat Intelkam Polres Soppeng Ipda Heru Saptono, S.Sos., bersama sejumlah unsur terkait. Hadir pula perwakilan Kodim 1423/Soppeng, BIN, Kementerian Agama, Kesbangpol, MUI, Muhammadiyah, NU, FKUB, jajaran Kejaksaan, serta para camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Soppeng.
Rapat membahas perkembangan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang ada di tengah masyarakat. Koordinasi ini penting untuk mengetahui sejak awal apabila ada hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan, kesalahpahaman atau konflik di masyarakat.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto,S.H.,S.I.K.,M.H. mengatakan, Polri bersama seluruh pihak terkait harus peka terhadap setiap perkembangan yang terjadi di masyarakat.
“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi masalah baru bergerak. Setiap informasi yang muncul harus diperhatikan dan dikomunikasikan bersama. Dengan begitu, kalau ada potensi gangguan keamanan, kita bisa mengambil langkah lebih awal,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan bukan untuk mengganggu kehidupan beragama masyarakat, tetapi untuk menjaga agar kehidupan masyarakat tetap aman, tertib dan saling menghormati.
“Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak. Jangan sampai perbedaan pemahaman menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat. Polri akan terus membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait,” jelasnya.
Kapolres juga meminta jajaran di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan segera menyampaikan apabila menemukan perkembangan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
“Keamanan bukan hanya tugas Polri. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga memiliki peran yang sama. Kalau komunikasi terjalin dengan baik, setiap persoalan bisa diselesaikan lebih cepat sebelum menjadi konflik,” tegas AKBP Hari Budiyanto.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Soppeng berharap kerja sama antarinstansi semakin kuat sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Soppeng tetap terjaga.
(Umar)
