Sinjai , fokustime.id- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan AI juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu dipahami, khususnya oleh generasi muda sebagai pengguna teknologi yang semakin aktif.
Menyikapi perkembangan teknologi tersebut, Polres Sinjai terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar melalui edukasi “Paham AI”.
Kegiatan kali ini menyasar siswa dan siswi SMAN 10 Sinjai, yang berlangsung pada Rabu pagi (9/9/2026), di sekolah yang berlokasi di Manggarabombang, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai kecerdasan buatan, mulai dari manfaat hingga potensi risiko yang dapat muncul apabila teknologi digunakan secara tidak tepat.
Para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai fungsi AI, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
AI dinilai dapat menjadi sarana pendukung yang bermanfaat dalam proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi, membantu memahami materi pelajaran, mengembangkan ide kreatif, hingga mendukung berbagai aktivitas positif lainnya.
Meski demikian, para siswa diingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang diberikan AI. Kemampuan berpikir kritis tetap menjadi hal penting karena informasi yang dihasilkan oleh teknologi tersebut tidak selalu benar.
Karena itu, siswa didorong untuk melakukan pengecekan ulang serta membandingkan informasi yang diperoleh dari AI dengan sumber-sumber terpercaya.
Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.Ik., MH mengatakan, pemahaman terhadap AI penting bagi generasi muda agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat berujung pada kejahatan siber.
“AI memberikan banyak manfaat, khususnya bagi dunia pendidikan. Namun, teknologi ini harus digunakan secara bijak. Kami ingin generasi muda memahami manfaat sekaligus risiko AI agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.
Ia juga mendorong para siswa untuk menjadikan AI sebagai alat bantu dalam belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan sebagai sarana untuk menggantikan proses berpikir maupun belajar secara mandiri.
“Gunakan AI untuk belajar, berkarya dan meningkatkan kemampuan. Jangan sampai teknologi yang seharusnya membantu justru digunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan, perundungan, atau tindakan lain yang melanggar hukum,” tegasnya.
Menurutnya, edukasi literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membuat para pelajar lebih cerdas dalam menggunakan teknologi sekaligus mampu mengenali berbagai bentuk penyalahgunaan di ruang digital.
Polres Sinjai berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan lingkungan pendidikan serta generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif.
Selain mendapatkan pembelajaran mengenai AI, para siswa yang dinyatakan lulus dalam program tersebut juga disiapkan untuk memperoleh sertifikat “Paham AI” sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan pemahaman mereka terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan bertanggung jawab.
(Umar)
