TNI/POLRI

Polisi Bersama Masyarakat, Ditlantas Polda Sultra Bersama BPTD dan Jasa Raharja Gelar Ramp Check, Pastikan Keselamatan Pengemudi, Kendaraan dan Jalan.

 

 

KENDARI ,fokustime.id– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara terus mengedepankan langkah preventif dalam pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check yang dilaksanakan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara dan PT Jasa Raharja.

 

Kegiatan dilaksanakan dengan menyasar sejumlah perusahaan otobus (PO), yakni PO Nurmiati, PO Batumonga, PO Sabar Menanti, dan PO Borlindo, sebagai upaya memastikan angkutan penumpang yang beroperasi memenuhi persyaratan keselamatan.

 

Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek teknis dan administrasi kendaraan, meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, perlengkapan keselamatan, serta dokumen kendaraan dan pengemudi sesuai ketentuan.

 

Namun, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kelaikan kendaraan.

 

Dalam kesempatan itu, Dirlantas Polda Sultra juga berdialog langsung dengan pengemudi dan pengelola perusahaan otobus untuk menggali informasi mengenai kondisi jalur perjalanan yang selama ini dianggap berbahaya atau menjadi kekhawatiran pengemudi.

 

Dirlantas secara khusus menanyakan titik-titik jalan yang memiliki potensi kecelakaan tinggi (black spot), termasuk jalur yang memiliki kondisi geometrik berisiko, tikungan tajam, tanjakan atau turunan, kerusakan jalan, hingga minimnya fasilitas keselamatan.

 

Informasi dari para pengemudi yang setiap hari melintasi jalur tersebut menjadi masukan penting bagi Ditlantas Polda Sultra dalam mengidentifikasi potensi bahaya lalu lintas untuk selanjutnya dilakukan pendalaman, pemetaan, dan koordinasi penanganan bersama instansi yang berwenang.

 

Dirlantas Polda Sultra menegaskan bahwa keselamatan transportasi tidak dapat hanya dibebankan kepada pengemudi. Kondisi kendaraan dan infrastruktur jalan juga harus menjadi perhatian yang berjalan selaras dan saling mendukung.

 

“Keselamatan berlalu lintas harus kita lihat secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memastikan pengemudinya tertib dan berkeselamatan, tetapi kendaraan yang digunakan juga harus laik jalan, serta jalur yang dilalui harus memiliki tingkat keselamatan yang memadai. Ketiganya harus berjalan seiring,” ungkap Dirlantas Polda Sultra.

 

Lebih lanjut, Dirlantas menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman langsung para pengemudi angkutan umum yang setiap hari menghadapi berbagai kondisi jalan.

 

“Para pengemudi adalah pihak yang paling memahami kondisi jalur yang mereka lalui. Kita perlu mendengar di mana titik yang selama ini menjadi kekhawatiran mereka, apa potensi bahayanya, dan apa yang perlu diperbaiki. Informasi tersebut harus menjadi pijakan untuk melakukan langkah nyata bersama instansi terkait,” lanjutnya.

 

Melalui sinergi Ditlantas Polda Sultra, BPTD Kelas II Sultra, dan Jasa Raharja, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemeriksaan kelaikan kendaraan, tetapi juga menjadi sarana pengumpulan informasi mengenai potensi kerawanan lalu lintas yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan preventif Operasi Patuh Anoa 2026, yang menempatkan pencegahan kecelakaan sebagai salah satu tujuan utama, bukan sekadar pencapaian jumlah penindakan pelanggaran.

 

Sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat – Hadir, Berbuat, Bermanfaat”, Ditlantas Polda Sultra berkomitmen agar setiap kehadiran Polantas di tengah masyarakat mampu menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.

(Umar)

Exit mobile version