Buton ,fokustime.id– Personel Polres Buton melaksanakan pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bupati Buton, pada Selasa 06/01/26. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Sejumlah personel diterjunkan dan ditempatkan di beberapa titik strategis di sekitar lokasi aksi. Pengamanan dipimpin langsung oleh perwira pengendali (Padal) dengan menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup, serta mengedepankan pendekatan humanis kepada para peserta aksi.
Adapaun tuntutan masa aksi (Forum Pemerhati Masyarakat Buton FPMB) yaitu, meminta Pertanggungjawaban Pemda Buton dan DPRD Buton sehubungan peristiwa kebakaran pasar Kaloko kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Tgl 29 Des 2025. Meminta Polres Buton untuk mengusut tuntas dan menyelidiki faktor terjadinya kebakaran Pasar Kaloko dan Mendesak Kejari Buton untuk menyelidiki dana anggaran pengadaan mobil Damkar di Dinas Damkar Pemda Buton.
Dalam pelaksanaannya, personel Polres Buton melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan, pengawasan terhadap massa aksi, serta pengamanan objek vital di sekitar Kantor Bupati Buton. Aparat kepolisian juga secara aktif berkoordinasi dengan pihak terkait dan koordinator lapangan aksi unjuk rasa.
Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, S.H.,S.I.K.,M.M.Tr melalui Padal pengamanan menyampaikan bahwa Polres Buton menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap mengimbau agar aksi dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hadir untuk memberikan pengamanan agar kegiatan unjuk rasa dapat berjalan aman dan tertib. Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.
Pemda Kabupaten Buton saat menerima massa aksi melakukan dialog yang diterima oleh Wakil Bupati Buton Syarifuddin Saafa, S.T. serta didampingi Asisten 1 Alimani, S.Sos dan Asisten 2 Pemda Buton Nanang Lakaunge, S.Pd. beserta perwakilan masing-masing OPD lingkup Pemda Kab. Buton dengan kesimpulan bahwa, pihak Pemda Buton telah menganggarkan dana 2 miliar yang terdiri dari 1,8 M untuk pengadaan 1 unit Armada baru UNTUK pemadam kebakaran isi kapasitas 4000 liter (4 Ton) dan 200 juta untuk perbaikan Randis pemadam kebakaran yang rusak.
Sementara itu Wakapolres Buton Kompol YulianuS, S.Si dan di dampingi Kabag ops Kompol Baharuddin, S.H., M.H, saat menerima massa aksi bahwa pihak Polres Buton telah memanggil saksi-saksi yang melaksanakan piket jaga pasar pada malam kejadian kebakaran di pasar kaloko kel. Takimpo kec. Pasarwajo untuk di mintai keterangan sehubungan dengan penyebab kebakaran dan akan di sampaikan ke publik setelah proses penyelidikan selesai dilaksanakan.
Dan saat massa aksi berdialog dengan wakil ketua II DPRD Buton La Madi, S.Sos yang di dampingi oleh Anggota DPRD Buton Rahman Pua dengan kesimpulan bahwa pihak DPRD Buton telah mengusulkan kepada Pemda Buton pada APBD-P dan APBD 2026 untuk pengadaan unit baru Randis Damkar dan perbaikan unit randis yg telah rusak.
Selama kegiatan berlangsung, aksi unjuk rasa berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun tindakan anarkis. Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.
Polres Buton berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Diketahui, Adapun sasaran (rute) massa aksi yakni, Kantor Bupati Buton, Kantor DPRD Buton, Polres Buton dan kantor Kejaksaan Negeri Buton.
(UmRLS)












