Kendari, fokustime.id- Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P Girsang, S.Sos., M.Han., melaksanakan kegiatan Launching/Peresmian jembatan beton, di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Minggu (23/8). Kegiatan peresmian juga dilakukan dijembatan Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia yang tidak jauh dari jembatan Kelurahan Punggolaka yang berjarak sekitar 100 meter.
Acara peresmian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 100 tamu undangan dari berbagai unsur jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat Kota Kendari. Tampak hadir Wakil Walikota Kendari Sudirman, S.E., Sekda Kota Kendari Amir Hasan, S.T.P., S.H., M.Si., Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto, Kadis PU Kota Kendari Muhammad Jayadi, perwakilan Polresta, Kejari, dan Pengadilan Negeri Kendari, hingga jajaran Danramil, Camat, Lurah, perwakilan kelompok tani, pelajar, serta tokoh masyarakat setempat.
Program tersebut dalam rangka rencana satgas jembatan TNI AD dan percepatan pencapaian target pembangunan jembatan perintis, armco dan beton sebagai akses ke satuan pendidikan serta sarana publik lainnya.
Dalam sambutannya, Kolonel Arm Danny A.P Girsang mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu realisasi yang disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri atas perintah langsung bapak presiden untuk membuka kembali akses dan konektivitas konektivitas wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Dandim juga berharap dapat dirasakan manfaatnya, tidak hanya bagi yang mengerjakan tetapi bagi seluruh masyarakat yang ada di Kelurahan Punggolaka maupun yang ada di Kelurahan Kadia.
Di samping itu, Wali Kota Kendari Dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI Angkatan Darat khususnya Kodim 1417/Kendari bersama seluruh jajaran atas perhatian, kontribusinya serta sinergi dalam menghadirkan jembatan ini bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Punggolaka dan Kelurahan Kadia.
Lanjutnya, adapun manfaat utama pembangunan jembatan ini yakni memperlancar arus lalu lintas dan distribusi barang harian warga, membuka akses ekonomi yang lebih cepat bagi pelaku usaha kecil dan petani/pedagang lokal, mempermudah anak-anak sekolah menuju pendidikan tanpa harus memutar jauh.
(Umar)
