Sinjai , fokustime.id- Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.Ik.,MH memberikan arahan langsung kepada seluruh personilnya yang bertempat di Aula Parama Satwika Mapolres Sinjai, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Sinjai Kompol Tamar, S.Sos., para Pejabat Utama (PJU), para Kasat, Kapolsek, Kasi, perwira staf, serta seluruh personel Polres Sinjai.
Pengarahan ini dilaksanakan sebagai bentuk atensi dan penekanan pimpinan terhadap sejumlah kejadian menonjol yang melibatkan oknum anggota Polri di beberapa daerah.
Untuk hari ini pengarahan diberikan kepada seluruh personel Polres Sinjai, sementara pada Rabu (25/2/2026) kegiatan serupa akan dilaksanakan bagi personel Polsek jajaran.
Dalam arahannya, Kapolres Sinjai menegaskan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, serta profesionalisme dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Polri adalah representasi institusi di tengah masyarakat, sehingga sekecil apa pun pelanggaran dapat berdampak luas terhadap citra dan kepercayaan publik.
Kapolres Sinjai juga menjelaskan budaya Polri yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, dan Catur Prasetya.
Menurutnya, budaya Polri merupakan cerminan nilai, etika, serta kebiasaan kerja yang harus terus ditumbuhkan dan diinternalisasikan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Hal tersebut menjadi fondasi dalam membangun jati diri, meneguhkan integritas, serta menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Setiap anggota Polri harus mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak citra institusi. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolres Sinjai.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh personel untuk meninggalkan budaya sikap kasar, arogan, maupun gaya hidup hedonis yang tidak mencerminkan jati diri Bhayangkara. Orientasi pada uang, budaya kekerasan, serta penyalahgunaan wewenang harus dihindari. Sebaliknya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya.
Kapolres Sinjai menekankan bahwa Polres Sinjai harus solid dengan memadukan budaya lokal yang kearifan dengan budaya Polri yang profesional.
Setiap personel diharapkan saling mengingatkan dan melaksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Polisi di Sinjai, kata dia, harus benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis dan responsif.
Nilai-nilai budaya Polri yang perlu terus ditumbuhkan meliputi jiwa patriotisme, kesetiaan, disiplin, tanggung jawab, solidaritas, serta menjunjung tinggi etika dan moral. Selain itu, Kapolres Sinjai juga mengingatkan pentingnya menjaga penampilan dan sikap tampan, sebagai bagian dari disiplin diri dan penghormatan terhadap institusi.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan melekat terhadap anggota guna mencegah terjadinya pelanggaran disiplin maupun tindak pidana.
“Pengawasan harus diperketat. Para perwira wajib melakukan kontrol dan pembinaan secara berjenjang. Jangan sampai ada anggota yang melakukan pelanggaran. tambahnya.
Kapolres Sinjai juga menekankan kepada Propam agar lebih aktif dan konsisten dalam melakukan pengawasan terhadap personel guna mencegah pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Sinjai semakin disiplin, meningkatkan integritas, serta berkomitmen menjaga marwah institusi Polri, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Sinjai.
Terakhir, Kapolres Sinjai mengajak kepada seluruh personil untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan.
(Umar)












