TNI/POLRI

Ngopi Bareng Warga, Cara Humanis Bhabinkamtibmas Polres Parepare Jaga Keamanan Lingkungan

 

 

PAREPARE, fokustime.id– Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tak selalu harus dilakukan melalui patroli atau pertemuan resmi. Terkadang, secangkir kopi dan obrolan santai di warung sederhana justru menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.

 

Suasana itulah yang terlihat dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dilakukan Aipda Nasir Cunnu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare.

 

Di sebuah warung kopi beratap tenda merah di pinggir jalan, Aipda Nasir duduk bersama sejumlah warga. Percakapan berlangsung santai, diselingi canda dan tawa. Tidak ada suasana kaku ataupun jarak yang membatasi komunikasi antara polisi dan masyarakat.

 

Melalui pendekatan sederhana tersebut, Aipda Nasir berupaya menjadikan warung kopi sebagai ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

 

Bangun Kepercayaan Lewat Obrolan Santai

 

Bagi seorang Bhabinkamtibmas, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Komunikasi yang terjalin secara langsung memungkinkan polisi memahami kondisi wilayah binaan sekaligus mendengar aspirasi warga.

 

Lewat kegiatan Ngopi Kamtibmas, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian bersama tanpa harus menunggu adanya pertemuan formal.

 

Pendekatan ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Sebab, terciptanya situasi yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

 

Kapolsek KPN Polres Parepare, IPTU Suardi, S.E., menegaskan bahwa personel Bhabinkamtibmas diarahkan untuk aktif menyambangi warga dengan mengedepankan pendekatan humanis.

 

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.

 

“Ini wujud nyata Polisi Bersama Masyarakat. Melindungi, Mengayomi, Melayani. Bhabinkamtibmas harus hadir sebagai sahabat warga, mendengarkan keluh kesah warga, dan menjadi problem solver di wilayah binaannya,” jelas IPTU Suardi.

 

Polisi Hadir Bukan Sekadar Menjaga Keamanan

 

Kehadiran polisi dalam suasana informal seperti di warung kopi memberikan ruang komunikasi yang lebih terbuka. Warga dapat berinteraksi secara langsung, sementara petugas memperoleh kesempatan untuk mengenali persoalan yang berkembang di lingkungan binaannya.

 

Warga pun menyambut positif pendekatan tersebut. Mereka merasa lebih nyaman dan tidak canggung untuk menyampaikan permasalahan kepada polisi.

 

Interaksi sederhana ini menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjaga, berbagai persoalan kamtibmas diharapkan dapat diketahui lebih dini dan ditangani melalui koordinasi yang tepat.

 

Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas, Polsek KPN Polres Parepare berupaya menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga perlu berada di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membangun kebersamaan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

 

Sebab, di balik obrolan ringan dan secangkir kopi, ada pesan penting yang ingin dibangun: keamanan lingkungan akan semakin kuat ketika polisi dan masyarakat berjalan bersama.

(Umar)

Exit mobile version