LUWU ,fokustime.id– Upaya penyelesaian konflik tawuran antar pemuda dilakukan melalui pertemuan mediasi yang digelar pada Senin, 06 April 2026 di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.
Pertemuan ini bertujuan mencari solusi atas konflik antara kelompok pemuda Kelurahan Sumarambu, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo dengan kelompok pemuda Desa Tombang yang sempat berkembang menjadi aksi tawuran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Telluwanua AKP H. Anwar, Sekcam Walenrang Ikram, Kepala Desa Tombang Syahrullah, Lurah Sumarambu Adding, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda dari kedua wilayah.
Pertemuan dibuka dan dipandu oleh Ibnu selaku tokoh masyarakat Desa Tombang. Dalam forum tersebut, berbagai pihak menyampaikan pandangan serta komitmen untuk menghentikan konflik yang terjadi.
Kapolsek Telluwanua AKP H. Anwar dalam arahannya menegaskan bahwa aksi tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan perbuatan melanggar hukum yang dapat berujung pada konsekuensi serius.
“Tawuran bukan lagi kenakalan biasa, tetapi sudah masuk dalam kategori tindak pidana yang bisa berujung pada luka berat bahkan kematian. Ini tentu akan merusak masa depan para pemuda, termasuk munculnya catatan kriminal yang berdampak pada pendidikan dan pekerjaan,” tegas AKP H. Anwar.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya pada malam hari, serta menjaga komunikasi yang baik agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
Selain itu, Kapolsek mendorong kedua kelompok untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur damai dengan difasilitasi pemerintah setempat dan tokoh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan mediasi dan perdamaian. Salurkan energi anak-anak kita ke kegiatan yang positif seperti olahraga, seni, dan kegiatan keagamaan agar tidak terlibat dalam hal-hal yang merugikan,” lanjutnya.
AKP H. Anwar juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam maupun senjata rakitan (papporo).
Selain itu, patroli keamanan akan ditingkatkan serta pos pengamanan akan ditempatkan di titik-titik rawan.
Sebagai bentuk keseriusan, perwakilan kedua kelompok pemuda diminta menandatangani komitmen bersama untuk tidak mengulangi aksi tawuran demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa pihak Pemerintah Kelurahan Sumarambu dan Pemerintah Desa Tombang akan berperan aktif dalam mengendalikan warganya agar tidak kembali terlibat konflik serupa di masa mendatang.
Dengan adanya mediasi ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah perbatasan Palopo–Luwu dapat kembali kondusif dan hubungan antar pemuda kedua daerah dapat terjalin dengan lebih baik.
(Umar)












