Morowali, fokustime.id – Pembabatan mangrove kembali terjadi di Morowali. Kali ini, terjadi di desa wilayah desa Wata, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini diungkapkan Matu salah seorang tokoh masyarakat kecamatan Bungku Barat.
Menurut Matu, tepatnya mangrove yang dibabat berada di jembatan Rea diantara desa Wata, Kecamatan Bungku Barat dan desa Parilangke Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali. “Mangrove disitu, diapit oleh dua jembatan yang berdekatan itu,” ungkapnya.
Kepada wartawan media ini, Ia menuturkan, jika mangrove yang dibabat diwilayah tersebut memiliki luasan sekitar 2 Ha dan diketahui disertifikatkan serta diperjual-belikan secara pribadi. “Herannya!, bagaimana bisa keluar SKPT maupun terbit sertifikat didalam kawasan mangrove?,” imbuhnya penuh tanya.
Mengenai kejadian tersebut, tambahnya, Ia pun sudah melaporkan secara lisan dan langsung kepada Pemerintah Kecamatan, Dinas Lingku Hidup Daerah. Akan tetapi, laporan terkait pembabatan mangrove tidak ada tindaklanjut hingga saat ini. Padahal, pembabatan mangrove ini dinilai dapat mengakibatkan terjadinya abrasi pantai dan jembatan berpotensi rusak karena hilangnya kawasan mangrove.
“Mangrove disitu sudah lama dan pohonnya pun sudah besar-besar, tapi saat ini sudah dibabat habis. Untuk itu, kita berharap, baik DLHD Morowali maupun pihak kepolisian dapat menindak secara tegas pelaku pembabatan mangrove dimaksud,” harapnya.
(Umar)
