Kendar,fokustime.id— Majelis Pertimbangan Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulawesi Tenggara Melalui Andry Togala, menyatakan dukungan terhadap keberlangsungan investasi yang memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Kabupaten Konawe Selatan.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, mulai dari meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, persaingan lapangan pekerjaan, hingga ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada daerah, kehadiran investasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pekerja.
Andry Togala menilai bahwa sektor pertambangan dan sektor pendukungnya masih menjadi tulang punggung dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, terutama bagi tenaga kerja produktif di wilayah pedesaan dan kawasan lingkar tambang.
“Sebagai organisasi yang lahir dari perjuangan buruh dan pekerja, kami melihat persoalan investasi bukan hanya dari aspek usaha semata, tetapi dari sisi keberlangsungan hidup para pekerja dan keluarganya. Ketika ada perusahaan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal, maka ada ratusan keluarga yang terbantu secara ekonomi,” ujar Andry, perwakilan Majelis Pertimbangan Wilayah SBSI Sultra.
Saat ini diperkirakan sekitar 400 hingga 500 pekerja menggantungkan mata pencaharian mereka dari aktivitas operasional PT WIN. Angka tersebut dinilai memiliki dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perdagangan kecil, jasa transportasi, rumah makan, hingga aktivitas UMKM di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut SBSI Sultra, kondisi ekonomi masyarakat hari ini membutuhkan stabilitas pekerjaan dan kepastian pendapatan. Oleh sebab itu, investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja perlu dijaga bersama sepanjang tetap berjalan sesuai ketentuan hukum, ketenagakerjaan, dan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan.
“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang besar dan peluang investasi yang sangat strategis. Jika dikelola secara baik dan melibatkan masyarakat lokal, maka investasi dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan daerah serta menekan angka pengangguran,” lanjutnya.
Andry juga menegaskan bahwa keberadaan investasi tidak boleh dipertentangkan dengan kepentingan masyarakat pekerja. Sebaliknya, seluruh pihak perlu mendorong terciptanya hubungan industrial yang sehat, dialog yang konstruktif, dan iklim investasi yang kondusif agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan masyarakat tetap memperoleh manfaatnya.
Selain itu, SBSI Sultra mengingatkan bahwa setiap kritik maupun pengawasan terhadap perusahaan tetap merupakan bagian dari mekanisme demokrasi dan kontrol sosial.
Namun demikian, penyampaian aspirasi diharapkan tetap mengedepankan objektivitas, data lapangan, serta mempertimbangkan dampak sosial ekonomi terhadap para pekerja yang menggantungkan hidup pada aktivitas perusahaan.
“Kita semua tentu ingin daerah ini maju. Tetapi kemajuan daerah juga harus dibaca dari bertambahnya kesempatan kerja, meningkatnya penghasilan masyarakat, dan berputarnya ekonomi rakyat. Karena itu, investasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat harus didukung bersama,” tegasnya.
Andry berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan kelompok pekerja dapat bersama-sama menjaga stabilitas daerah serta menciptakan ruang investasi yang sehat, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.
(Umar)
