Daerah

Proyek Pekerjaan Jalan Talud di Surak Kalirejo kecamatan Singorojo Kabupaten Kenda Diduga Banyak di Temukan Pelangaran Banyak Penyimpangan. 

 

 

kendal, fokustime.id— proyek talud di surak kalirejo banyak di temukan pelangaran dan saat team media datang di lokasi di temukan banyak pelangaran para pekerja tidak mengunakan Septi saat team media datang kelokasi pada tangal 21/10/2026 banyak di temukan pelangaran untuk pekerja tidak mengunakan Septi dan pengecoran jalan sama pembangunan talud desa surak Kalirejo untuk pengecoran jalan di duga belum memenuhi standarisasi..pengerasan tanah standar minim 5 cm dan disini cuma 3 cm menurut pantau di lokasi waktu pengecoran jalan di duga terburu buru karena jalan tersebut belum memenuhi standar tahap pengecoran harus ada tengang waktu ya biar tanah lebih stabi kembali menemukan sejumlah kejanggalan yang lebih serius.

 

Awak media datang ke lokasi pada tangal 21/10/ 2026, dan mendapati bahwa kondisi pekerjaan di lapangan justru semakin memprihatinkan.

 

 

bersumber dari dana APBN dari abgaran tersebut di salah gunakan oleh pengelolah

 

Durasi yang sangat pendek tersebut sejak awal sudah memantik pertanyaan publik terkait realisme waktu dan potensi kualitas pengerjaan.

 

TEMUAN LAPANGAN TERBARU

 

1. Ketebalan Aspal Hanya 3–4 cm, Jauh dari RAB dan Jauh di Bawah Standar AC-BC

Dalam dokumentasi investigasi, pengukuran lapisan aspal menunjukkan ketebalan hanya sekitar 3 cm.

 

Padahal, pelaksana kepada warga sebelumnya menyebutkan ketebalan sesuai RAB adalah 5 cm.

 

Lebih jauh lagi, standar umum pekerjaan AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) mensyaratkan ketebalan 9_10 cm untuk mencapai daya dukung yang ideal.

 

Perbedaan ketebalan ini jelas berpotensi mengurangi kualitas konstruksi jalan dan mempercepat kerusakan dini.

Kutipan warga:

 

dan di lokasi di temukan para pekerja tidak memakai Septi .yang dapat nya dapat menimbul kan kecelakaan kerja

 

 

 

Kondisi ini menunjukkan indikasi pengerjaan yang tidak memenuhi standar teknis konstruksi.

 

 

 

Kualitas material aspal tidak memenuhi standar

Proses pemadatan agregat sebelumnya tidak sesuai prosedur.

 

Pengkondisian air yang tidak dilakukan pada tahap pemadatan

 

 

 

Setelah pemberitaan, masyarakat berharap adanya tindakan korektif dari pihak PPK, konsultan pengawas, maupun kontraktor pelaksana

 

 

Terkait temuan tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya akan berkirim surat resmi ke instansi terkait, termasuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan PPK.

 

“Semua temuan ini sudah kami dokumentasikan lengkap. Kami akan menyampaikan laporan resmi beserta bukti foto untuk memastikan ada evaluasi dan pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan ini,” ujarnya.

 

msyrat menegaskan bahwa proyek yang dibiayai oleh uang rakyat harus dikerjakan secara transparan dan sesuai spesifikasi, bukan dikejar waktu hingga mengabaikan kualitas.

 

Investigasi lanjutan ini menunjukkan bahwa persoalan pada Proyek Preservasi Jalan surak kalirejo tidak berhenti pada tahap awal saja. Temuan terbaru memperkuat dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan mengabaikan sejumlah ketentuan teknis, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan dini dan merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.

 

Masyarakat kini menunggu respons resmi dari pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, dan instansi berwenang untuk memastikan bahwa pekerjaan tetap dilaksanakan sesuai standar konstruksi yang berlaku. (Red/Tim)

Exit mobile version