Jakarta,fokustime.id- Asosiasi PKL – APKLI Perjuangan mendukung penuh program unggulan Makan Bergizi Gratis – MBG Presiden Prabowo Subianto. Namun realitas dilapangan, disamping masih banyak kelemahan, kekurangan bahkan penyalagunaan, belum sesuai bahkan bertolak belakang dengan marwah kepemimpinan Presiden RI Ke-8. Yaitu MBG itu, disamping driver gizi generasi emas bangsa, juga driver ekonomi UMKM serta instrumen penghapusan pengangguran dan kemisminan di Indonesia. “Kami mendapatkan keluhan dari berbagai daerah. Setahun berjalan, dampak MBG telah akibatkan kantin sekolah tutup, serta kuliner disekitar sekolah sepi bahkan gulung tikar. Bukan hanya itu, dalam rantai pasok pun keterlibatan UMKM sangat kecil. Kenyataan ini bertolak belakang dengan Marwah Presiden Prabowo Subianto yang lebih bangga, hormat bahkan muliakan PKL UMKM karena rezekinya adalah halal dan dari cucuran keringat. Lebih dari itu, tidak sesuai dengan misi besar Presiden RI Ke-8 bahwa program MBG, disamping sebagai driver gizi generasi emas Indonesia 2045, juga sebagai driver ekonomi UMKM, kantin dan kuliner sekitar sekolah, serta UMKM rantai pasok MBG. Dimana target 82,9 juta porsi MBG per hari dengan anggaran tahun 2026 Rp 269 trilyun, semestinya ekosistem UMKM MBG terdongkrak dan bisa konstribusikan penambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5% sehingga tahun 2029 target pertumbuhan 8% dapat diwujudkan. Bukan sebaliknya, mematikan ekonomi rakyat kecil dan jadi pemicu resiko besar lonjakan inflasi di Indonesia, tegas Ketua Umum APKLI-P dr Ali Mahsun ATMO M Biomed pada Acara Peringatan Harlah APKLI-P ke-33 di Jakarta, Kamis, 29/1/2026.
Hal di atas juga sudah kami sampaikan ke Menteri UMKM Maman Abdurrahman Rabu 28/1/2026. Kantin dan kuliner, serta UMKM rantai pasok semestinya jadi prioritas. Demikian pula, rakyat yang menganggur dan miskin dilibatkan dan diberi kail produktif, baik sebagai pekerja maupun kail usaha. Itulah yang jadi landasan Harlah APKLI-P Ke-33 ambil grand tema: MBG Driver Gizi dan UMKM, Driver Pemghapusan Pangangguran dan Kemiskinan Di Indonesia, sebuah paradigma positif yang tidak kenal melanggengkan dengan charitas bantuan sosial. Namun hapus pengangguran dan kemiskinan dari bumi Indonesia, imbuh dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB dan FKUI asli Mojokerto Jawa Timur.
Kami juga mendukung penuh Menkeu Purbaya lakukan evaluasi dan monitoring anggaran MBG yang sangat besar, tahun 2026 sebesar Rp 269 trilyun. Ini bukan anti-MBG melainkan bagian dari tata kelola belanja negara yang efektif, efisien tanpa kebocoran. Untuk itu, selaku Ketua Umum APKLI-P, kami kembali mendesak Presiden Prabowo Subianto segera evaluasi total realisasi MBG dan kembalikan sebagai driver gizi dan ekonomi UMKM, serta instrumen penghapusan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Ketika MBG memprioritas pelaku UMKM, serta berikan kail produktif ke rakyat yang menganggur dan miskin sebanyak 4-4,1 juta kantin dan kuliner disekitar sekolah akan maju dan naik kelas dengan kuota 200 porsi per hari. Demikian pula UMKM rantai pasok menggeliat berbasis keunggulan lokal desa/kelurahan. Bahkan jutaan rakyat menganggur dan miskin akan produktif sehingga kurangi anggaran bansos pemerintah dan inflasi bisa dicegah melonjak tinggi, pungkas Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI).
Harlah APKLi-P Ke-33 ini dimeriahkan dengan acara potong tumpeng nusantara dan doa bersama keselamatan Indonesia, dan dihadiri sejumlah pengurus daerah dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Bangen dan Kalimantan Timur, serta pengurus pusat. Kegiatan berlangsung cukup sederhana, khidmat dengan diisi sosialisasi program sertifikasi halal bagi pelaku PKL UMKM Indonesia.
(Red)












