Sinjai , fokustime.id- Kepolisian Resor Sinjai menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam yang dilaksanakan di halaman Mapolres Sinjai. Kamis pagi (05/11/2026).
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.Ik.,MH dengan melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Polisi Kehutanan, dan Dinas Kesehatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sinjai, yang mewakili Dandim 1424 Sinjai, Kepala BPBD, Kadis Pol.PP dan Damkar, para pejabat utama Polres Sinjai, Kapolsek jajaran, serta personel gabungan dari masing-masing instansi.
Dalam kegiatan, Kapolres Sinjai membacakan amanat Kapolda Sulsel Dr. M. Awal Chairuddin, S.Ik.,MH menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga pemangku kepentingan terkait, siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam.
Kesiapan tersebut mencakup personel, peralatan, hingga penguatan koordinasi lintas sektoral.
Ia menyampaikan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah hingga pesisir, menyimpan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
Kolaborasi dan sinergi antar instansi serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Dalam amanat tersebut, Kapolda Sulawesi Selatan juga menekankan enam langkah penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Pertama, memetakan daerah rawan bencana secara rinci dan proaktif sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi.
Kedua, meningkatkan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di wilayah rawan bencana.
Sosialisasi mitigasi perlu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, sekaligus mengajak masyarakat aktif memantau informasi cuaca dari BMKG.
Ketiga, menyiagakan personel dan sarana prasarana. Seluruh peralatan pendukung, seperti kendaraan taktis, perahu karet, alat komunikasi dan logistik lapangan, harus dipastikan dalam kondisi siap pakai serta diperiksa dan dirawat secara berkala.
Keempat, memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan membangun sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar.
Kelima, menyiapkan posko bencana yang mampu memberikan pelayanan kesehatan, mendukung distribusi logistik serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Keenam, menuntaskan penanganan saat dan pascabencana dengan mengutamakan evakuasi serta penyelamatan korban. Selain itu, bantuan darurat berupa makanan, air bersih, obat-obatan dan tenda harus segera disalurkan.
“Penanganan juga harus dilanjutkan melalui pemulihan infrastruktur, pendampingan psikososial, rehabilitasi ekonomi serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola risiko bencana,” tambah Kapolres.
Usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional dan peralatan SAR sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
(Umar)
