Daerah

Jeritan Torobulu: Ketika Roda Tambang Berhenti, Dapur Warga Mulai Terhimpit

 

 

TOROBULU, KONAWE SELATAN ,fokustime.id— Berhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, mulai dirasakan masyarakat, terutama warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perusahaan dan perputaran ekonomi di sekitarnya.

 

Dampak tersebut turut dirasakan pedagang kecil, pemilik warung makan, toko kelontong, hingga pelaku usaha jasa. Berkurangnya aktivitas pekerja membuat jumlah pembeli menurun dan perputaran uang di lingkungan warga ikut melemah.

 

Eka, warga Dusun I Torobulu, mengatakan kondisi ekonomi keluarganya semakin sulit sejak aktivitas PT WIN berhenti.

 

«“Semua serba susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak aktivitas PT WIN berhenti, kondisi keuangan kami sangat sulit. Tidak ada lagi sumber pendapatan yang pasti,” ujar Eka, Rabu (23/9/2026).»

 

Menurutnya, kondisi serupa juga dirasakan sejumlah warga dan pelaku usaha lainnya.

 

«“Usaha dan jualan warga semuanya terhenti. Semua mengeluh karena tidak ada lagi perputaran uang sejak PT WIN tidak beroperasi,” katanya.»

 

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai keberlanjutan aktivitas PT WIN, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan pekerja, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar perusahaan.

 

«“Kami sebagai warga lingkar tambang sangat berharap PT WIN bisa kembali beroperasi. Ini adalah mata pencaharian utama kami. Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian,” ujar Eka.»

 

Bagi warga Torobulu, terhentinya aktivitas perusahaan kini bukan hanya soal berhentinya operasional, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pendapatan dan kebutuhan keluarga sehari-hari.

(Erik)

Exit mobile version