Daerah

Jangan Berikan Keterangan Tidak Benar Saat Wawancara Paspor, Bisa Menjadi Indikasi TPPO

 

Fokustime.id – Morowali, 1 Juli 2026–Kantor Imigrasi Morowali mengimbau masyarakat untuk selalu memberikan keterangan yang jujur dan sesuai dengan kondisi sebenarnya saat menjalani wawancara permohonan paspor. Wawancara merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerbitan paspor yang bertujuan untuk memverifikasi identitas, tujuan perjalanan, serta memastikan permohonan paspor tidak disalahgunakan. Keterangan yang tidak sesuai dengan fakta dapat menghambat proses permohonan dan menjadi salah satu indikator yang perlu didalami oleh petugas sebagai upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun pelanggaran keimigrasian lainnya.

 

Kepala Kantor Imigrasi Morowali, Yusva Aditya, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengarahkan untuk memberikan jawaban yang telah disiapkan atau menyampaikan informasi yang tidak benar saat wawancara. “Kami mengimbau masyarakat untuk menjawab setiap pertanyaan petugas dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya. Jangan pernah mengikuti arahan pihak mana pun yang meminta Anda menyampaikan keterangan palsu. Kejujuran akan memperlancar proses permohonan paspor, sedangkan keterangan yang tidak benar dapat menjadi indikasi adanya penyalahgunaan paspor atau potensi TPPO yang harus kami lakukan pendalaman,” ujar Yusva Aditya.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, menegaskan bahwa penguatan pengawasan dalam proses penerbitan paspor merupakan salah satu bentuk perlindungan negara terhadap warga negara Indonesia. Menurutnya, pencegahan TPPO dimulai sejak proses permohonan paspor melalui pemeriksaan dokumen dan wawancara yang dilakukan secara profesional, cermat, dan akuntabel agar masyarakat tidak menjadi korban eksploitasi atau pengiriman pekerja nonprosedural ke luar negeri.

 

Kantor Imigrasi Morowali mengajak masyarakat untuk mengurus paspor secara mandiri, mempersiapkan dokumen sesuai persyaratan, serta memberikan informasi yang benar kepada petugas. Dengan keterbukaan dan kejujuran selama proses wawancara, masyarakat tidak hanya membantu kelancaran pelayanan keimigrasian, tetapi juga turut mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan paspor dan melindungi warga negara Indonesia dari berbagai modus Tindak Pidana Perdagangan Orang.

(Wardi)

Exit mobile version