Fokustime.id – Maros, 24 April 2025 – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cenrana selama beberapa hari terakhir menyebabkan amblasnya sebagian ruas jalan poros Maros–Bone di KM 60, tepatnya di Dusun Nahung, Desa Labuaja. Kerusakan pada salah satu sisi jalan ini mengakibatkan kendaraan hanya bisa melintas bergantian dengan sistem buka-tutup.
Jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Maros dan Bone kini terganggu, mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar.
Menanggapi kejadian ini, Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional Wilayah III segera bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Tim teknis telah diterjunkan untuk memastikan keselamatan para pengguna jalan.
Malik, Kepala Satker Jalan Nasional Wilayah III, menjelaskan bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh longsoran tanah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. “Curah hujan yang tinggi membuat tanah di bawah jalan menjadi labil. Ini menyebabkan permukaan jalan retak dan sebagian amblas,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, petugas telah memasang rambu peringatan dan memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengatur arus kendaraan. “Kami pastikan penanganan cepat dilakukan. Saat ini, kami fokus pada penguatan dan pengamanan area yang terdampak sembari menunggu perbaikan permanen,” tambah Malik.
Selain itu, Malik mengimbau seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur Maros–Bone, khususnya di titik rawan longsor dan genangan air. “Kami meminta pengendara mengikuti arahan petugas di lapangan, memperhatikan rambu-rambu peringatan, dan mengurangi kecepatan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Malik juga menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden ini dan langsung meninjau lokasi kejadian. “Pada sore ini, kami akan melakukan penimbunan dan pemadatan di titik yang terdampak. Kami harap jalur ini bisa segera dilalui kembali secara normal, dan arus lalu lintas kembali lancar,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan secara rutin, serta kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem, khususnya di jalur nasional yang sangat strategis ini.
(LLGg)
