LUWU, fokustime.id– Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Kampung Banua Lemo “Siassean Ara’ Part V” yang digelar di Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Selasa (22/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat kepada generasi penerus.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, Kasat Binmas Polres Luwu AKP Petrus Sandalle, Camat Bajo Barat Sahrun, S.E., Kanit Binmas Polsek Bajo Aiptu Amrullah Basri mewakili Kapolsek Bajo Ipda Surawil Sabbeanga, S.H., Danpos Bajo Barat Pelda Muh. Faisal, para kepala desa se-Kecamatan Bajo Barat, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UNCOK Palopo dan masyarakat Kecamatan Bajo Barat.
Dalam sambutannya, Kapolres Luwu menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Budaya Kampung Banua Lemo yang dinilai menjadi ruang penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Mohon saya bisa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Luwu. Saya juga sudah termasuk warga Luwu karena sudah makan kapurung,” ujar Kapolres disambut suasana hangat dari masyarakat yang hadir.
Kapolres mengaku merasa terhormat dapat diundang dan hadir dalam kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya dan adat istiadat tersebut.
“Saya merasa sangat terhormat diundang dalam acara ini, terlebih kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan menjadi hal yang sangat penting. Selain sebagai bentuk regenerasi dalam pelestarian adat dan budaya, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk tumbuh melalui aktivitas yang positif dan bermanfaat.
“Saya juga melihat anak-anak muda yang diikutsertakan dalam kegiatan ini. Tentunya ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Dengan dilibatkan sejak dini, mereka dapat menjadi penerus dalam menjaga adat istiadat sekaligus memiliki kegiatan positif sehingga dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat,” jelasnya.
Kapolres Luwu berharap semangat kebersamaan dan pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat Desa Bonelemo dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Festival Budaya Kampung Banua Lemo “Siassean Ara’ Part V” sendiri menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan dan mengembangkan potensi seni serta budaya lokal, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat.
Usai menyampaikan sambutan, Kapolres Luwu kemudian membuka secara resmi Festival Budaya Kampung Banua Lemo “Siassean Ara’ Part V”.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Luwu dapat terus hidup, berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
(Umar)
