Fokustime.Id – Operasi pencarian korban terseret arus sungai di Dusun Tanete Bulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, akhirnya berakhir duka. Pada hari kedua pencarian, Selasa (31/3/2026), tim gabungan berhasil menemukan korban kedua dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan penyisiran intensif sejak pagi hari.
Sejak pukul 06.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari relawan, warga setempat, tenaga kesehatan, serta personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menyisir aliran sungai dari titik penemuan korban pertama.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet menyusuri aliran sungai yang dikenal memiliki arus deras dan bebatuan besar, sementara sebagian personel lainnya menyisir bantaran sungai dengan berjalan kaki di medan terjal dan licin.
Sekitar pukul 12.22 WITA, upaya tersebut membuahkan hasil.
Tim yang menggunakan perahu karet menemukan jenazah korban kedua berjenis kelamin perempuan, sekitar 8 kilometer dari lokasi ditemukannya korban pertama. Jarak temuan yang cukup jauh memperlihatkan kuatnya arus sungai yang menyeret korban hingga jauh dari titik awal kejadian.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian. Tim harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter sambil membawa jenazah menuju titik penjemputan ambulans yang terparkir di jalan poros. Sekitar pukul 12.30 WITA, tim evakuasi tiba di lokasi kendaraan operasional Basarnas dan ambulans Puskesmas Tompobulu. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Tompobulu dan tiba sekitar pukul 13.20 WITA untuk dilakukan pembersihan serta proses identifikasi.
Korban kedua yang ditemukan diketahui bernama Nurul Azisah (20), seorang mahasiswa yang beralamat di BTP Blok AB.
Koordinator Basarnas Makassar, Arman, mengungkapkan bahwa operasi pencarian menghadapi tantangan berat akibat derasnya arus sungai serta kondisi medan yang sulit dijangkau.
“Tim harus bekerja ekstra karena arus sungai sangat kuat dan jarak temuan korban cukup jauh dari titik awal. Namun berkat kerja sama tim gabungan dan dukungan masyarakat, korban akhirnya berhasil ditemukan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tompobulu, Hamril Ilham, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus memberikan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan.
“Kami mengimbau agar wisatawan tidak berkunjung ke lokasi wisata yang tidak memiliki pengelolaan resmi maupun sistem pengamanan yang jelas. Area sungai sangat berbahaya karena kondisi arus bisa berubah sewaktu-waktu, apalagi di musim tertentu. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat lebih selektif memilih lokasi wisata, terutama wisata alam yang berisiko tinggi.
Penemuan korban kedua ini sekaligus menutup rangkaian operasi pencarian selama dua hari di wilayah Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat, sekaligus menjadi peringatan keras bahwa keindahan wisata alam tidak pernah lepas dari potensi bahaya. Tanpa pengelolaan, pengawasan, dan kesadaran akan keselamatan, momen rekreasi dapat berubah menjadi musibah dalam hitungan detik. Lallygeger
