LUWU, fokustime.id– Komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak kembali menjadi perhatian dalam kunjungan Delegasi Uni Eropa ke Kabupaten Luwu, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Paconne, Kecamatan Belopa Utara, tersebut turut dihadiri Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., yang mewakili Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K.
Delegasi Uni Eropa dipimpin langsung oleh Mr. Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, didampingi istrinya Mrs. Elena Boggio Chaibi. Turut hadir Ms. Saiti Gusrini, Programme Manager Human Rights, Democracy, Gender & Migration EU Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam, serta Ms. Agni K. Pratama, Chief Operating Officer (COO) Save the Children. Kegiatan juga dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Luwu dan para pemangku kepentingan lainnya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Delegasi Uni Eropa dalam meninjau pelaksanaan Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women), sebuah program yang didanai Uni Eropa dan dijalankan bersama Save the Children beserta mitra lokal.
Program ini berfokus pada penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, khususnya terhadap perempuan dan anak sebagai kelompok rentan.
Selain meninjau implementasi program di Desa Paconne, delegasi juga berdiskusi mengenai penguatan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional dalam mendorong perlindungan hak perempuan dan anak, kesetaraan gender, serta pemajuan hak asasi manusia di tingkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Luwu menyampaikan pesan Kapolres Luwu, bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas Polres Luwu dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak akan mendapatkan perhatian serius, mulai dari proses penerimaan laporan, penyelidikan, penyidikan, hingga penyelesaian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Bapak Kapolres Luwu menitipkan pesan bahwa setiap perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak harus ditangani secara profesional, cepat, dan tuntas. Korban harus memperoleh perlindungan dan kepastian hukum hingga proses penyelesaian perkara selesai,” ujar Kompol Misbahuddin menyampaikan pesan Kapolres.
Polres Luwu juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, organisasi masyarakat, maupun mitra internasional dalam menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kunjungan Delegasi Uni Eropa di Kabupaten Luwu menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap perempuan dan anak.
Sejalan dengan semangat tersebut, Polres Luwu menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum yang responsif terhadap setiap tindak pidana yang menyasar kelompok rentan.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, inklusif, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia demi terwujudnya Kabupaten Luwu yang lebih berkeadilan dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
(Umar)
