MAKASSAR, fokustime.id— Perjuangan di medan operasi SAR tidak selalu berakhir ketika korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Dedikasi para personel yang terlibat juga menjadi bagian penting yang patut dikenang.
Hal itu ditunjukkan dalam misi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Bulu Saraung, wilayah Pangkep–Maros, pada 17 Januari 2026 lalu.
Atas dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Tim SAR Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan mendapat penghargaan dari Kepala Basarnas Pusat.
Penghargaan Kepala Basarnas Pusat Mohammad Syafei, S.I.P., M.M., CHRMP., Marsekal Madya TNI, diserahkan melalui Kepala Basarnas Sulsel M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., dan diterima langsung oleh Direktur Samapta Polda Sulsel Kombes Pol. Hery Sasangka, S.I.K.
Dedikasi di Tengah Medan yang Tidak Mudah
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Dit Samapta Polda Sulsel bersama unsur SAR gabungan harus berhadapan dengan kondisi medan yang menantang dalam upaya pencarian, penyelamatan, hingga proses evakuasi.
Operasi kemanusiaan itu melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Mereka bekerja bersama dalam satu tujuan: menemukan, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban di tengah kondisi medan yang tidak mudah.
Penghargaan yang diberikan Basarnas menjadi bentuk penghormatan terhadap kerja keras seluruh personel yang mengesampingkan kepentingan pribadi demi menjalankan tugas kemanusiaan.
Kasi Basarnas Sulsel A. Sultan menegaskan, apresiasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada Tim SAR Dit Samapta Polda Sulsel.
«“Penghargaan ini bukan hanya kepada Tim SAR Dit Samapta, tetapi seluruh Tim SAR gabungan, lintas instansi hingga relawan yang ikut terlibat. Ini bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas masing-masing dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya.»
Penghargaan untuk Mereka yang Bekerja di Balik Layar
Bagi sebagian orang, operasi SAR mungkin hanya terlihat ketika proses evakuasi berlangsung. Namun di balik itu terdapat personel yang bekerja dalam situasi penuh tekanan, menghadapi medan berat, serta dituntut mengambil keputusan cepat dan tepat.
Karena itu, penghargaan dari Basarnas bukan sekadar sebuah simbol. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi personel yang berada di lapangan dan seluruh unsur yang mendukung operasi pencarian serta evakuasi ATR 42-500.
Apresiasi juga diberikan kepada unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi SAR, hingga relawan yang terlibat dalam operasi tersebut.
Mengapa Penghargaan Baru Diserahkan Sekarang?
Meski operasi ATR 42-500 telah berlangsung beberapa bulan lalu, penyerahan penghargaan baru dapat dilaksanakan setelahnya.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari padatnya agenda operasi kemanusiaan Basarnas, termasuk penanganan tragedi kapal di Selayar, sehingga agenda penyerahan penghargaan harus menyesuaikan dengan pelaksanaan tugas di lapangan.
Namun, penghargaan tetap diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh personel yang telah memberikan tenaga, waktu, keberanian, dan profesionalismenya dalam misi kemanusiaan tersebut.
Tak Berhenti di Penghargaan, Basarnas dan Dit Samapta Siapkan Latihan Bersama
Yang menarik, apresiasi tersebut tidak berhenti pada seremoni penghargaan.
Basarnas Sulsel dan Dit Samapta Polda Sulsel juga akan memperkuat sinergitas melalui latihan SAR bersama.
Latihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, koordinasi, komunikasi, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di masa mendatang.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena operasi SAR tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Kecepatan respons dan keberhasilan penyelamatan sangat bergantung pada kemampuan berbagai unsur untuk bergerak dalam satu komando dan satu tujuan.
Penghargaan itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tanda jasa. Ia menjadi simbol bahwa setiap tenaga yang dicurahkan, setiap langkah yang ditempuh, dan setiap risiko yang dihadapi dalam misi kemanusiaan tidak luput dari penghargaan.
Bagi Tim SAR, tugas mungkin selesai ketika operasi berakhir. Namun bagi mereka yang diselamatkan dan keluarga yang menanti, dedikasi itu akan selalu memiliki arti.
(Llgg)
