Banggai,fokustime.id – Polresta Banggai mengedukasi mahasiswa baru Yayasan Pendidikan Nurmal Luwuk, Sabtu (29/8/2026). Langkah preventif ini untuk membekali generasi muda agar tidak terjebak dalam pusaran korupsi, doktrin radikalisme, hingga dampak negatif penyalahgunaan media sosial.
Sosialisasi terintegrasi ini dilakukan Satreskrim Polresta Banggai oleh IPDA Muhammad Hasbi Al-Kautsar, IPDA Muhammad Yudha Pratama, dan IPDA Reihan, guna memberikan pemahaman kepada mereka yang baru memasuki kehidupan kampus.
Dalam materi Anti-Korupsi, mahasiswa ditekankan untuk menanamkan nilai integritas sejak dini. Mereka diingatkan perilaku koruptif tidak hanya bicara soal anggaran besar, melainkan tumbuh dari kebiasaan buruk, seperti praktik plagiarisme, titip absen, hingga manipulasi dokumen kegiatan.
Sementara itu, pada sesi Pencegahan Radikalisme dan Anti-Terorisme, Tim memaparkan pentingnya kewaspadaan terhadap paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).
“Proses radikalisasi kerap diawali dari sikap intoleran atau merasa paling benar sendiri yang kemudian bergeser ke arah ekstrem,” sebut Kanit III Satreskrim, IPDA Hasbi Al-Kautsar.
Tidak kalah krusial, materi Bijak Bermedia Sosial menjadi sorotan utama mengingat maraknya ancaman kejahatan siber. Mahasiswa baru dibekali dengan prinsip “Stop, Cek, Pikir, Bagikan” sebelum menyebarkan informasi di jejaring internet.
“Mahasiswa agar kritis terhadap narasi bernuansa keluhan, kebencian, hoaks, hingga propaganda radikal yang sengaja disebar melalui media sosial maupun komunitas digital,” tambah Hasbi.
Melalui sinergi kuat antara aparat penegak hukum dan institusi pendidikan, Polresta Banggai berharap generasi emas Indonesia ini mampu menjaga ruang kampus serta ekosistem digital tetap aman, sehat, produktif, dan harmonis demi keutuhan NKRI.
(Umar)
