Daerah

Pertanian, Pembangunan Irigasi Tahap Dua di Maros Capai 65 Persen

×

Pertanian, Pembangunan Irigasi Tahap Dua di Maros Capai 65 Persen

Sebarkan artikel ini

MAROS, fokustime.id– Pembangunan infrastruktur irigasi pertanian di Kabupaten Maros terus dikebut. Hingga awal November 2026, progres pelaksanaan program tahap kedua yang menyasar 20 kelompok tani telah mencapai rata-rata sekitar 65 persen.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, saat ditemui di taman Dinas Pertanian Maros, Kamis (5/11/2026).

 

Syamsul menjelaskan, sejumlah pekerjaan infrastruktur irigasi telah rampung, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Dinas Pertanian juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.

 

Sebelumnya, pada Sabtu (31/10/2026), Syamsul mendampingi Bupati Maros meninjau pembangunan parit di Desa Cenrana, Kecamatan Camba, yang dikerjakan Kelompok Tani Aspana. Selain itu, rombongan juga memantau pembangunan irigasi di Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, oleh Kelompok Tani Gemilang.

 

Menurut Syamsul, kedua pekerjaan tersebut telah mencapai 100 persen. Infrastruktur sumber air itu diperkirakan mampu melayani kebutuhan pengairan sekitar 40 hektare lahan pertanian, masing-masing sekitar 20 hektare di setiap lokasi.

 

Sementara itu, di Desa Limapoccoe, kelompok tani penerima program optimasi lahan juga mendapatkan pembangunan sumur bor. Namun, pekerjaan sumur bor tersebut masih dalam proses pengerjaan.

 

Syamsul juga mengungkapkan hasil pemantauan pembangunan irigasi bersama pihak Kejaksaan pada Rabu (4/11/2026) di sejumlah lokasi yang tersebar di tiga kelurahan dengan melibatkan empat kelompok tani.

 

Dalam pemantauan tersebut, salah satu pekerjaan pembangunan saluran irigasi mencatatkan realisasi yang melampaui target. Jika dalam perencanaan awal panjang saluran ditargetkan 145 meter, pelaksanaannya mampu mencapai 208 meter.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan secara swakelola memberikan ruang bagi kelompok tani untuk mengoptimalkan pengerjaan infrastruktur sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Selain pekerjaan yang telah selesai, Dinas Pertanian mencatat progres rata-rata pembangunan pada program tahap kedua mencapai sekitar 65 persen dari total 20 kelompok tani penerima manfaat.

 

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih awal, yakni pada awal hingga pertengahan Desember 2026. Target tersebut sebelum batas akhir perjanjian kerja sama yang ditetapkan pada 24 Desember 2026.

 

Syamsul berharap pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dengan dukungan pengairan yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun.

 

Menurutnya, peningkatan frekuensi tanam akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian sekaligus membantu memperbaiki kesejahteraan petani di Kabupaten Maros. Laporan syamsir

(Umar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *