Palopo, fokustime.id- Polsek Wara Selatan kembali menggelar kegiatan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan program Jumat Curhat di Masjid Al-Huda, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 12.10 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Wara Selatan, Iptu Yusran Sa’buran, S.H., M.H., serta dihadiri oleh jajaran Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus masjid, dan sekitar 80 jemaah setempat.
Rangkaian ibadah Salat Jumat berlangsung khidmat dengan khotbah yang dibawakan oleh Ustadz Rahmat Aziz, S.Ag., serta Ustadz Lubis yang bertindak selaku muazin sekaligus imam. Usai penutupan ibadah, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif dalam sesi Jumat Curhat untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).
Dalam arahannya di hadapan jemaah, Kapolsek Wara Selatan, Iptu Yusran Sa’buran, menyampaikan bahwa secara umum situasi wilayah Wara Selatan saat ini masih dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Iptu Yusran juga mengklarifikasi isu yang sempat meresahkan warga terkait kabar adanya korban serangan busur. Pihaknya menegaskan telah bergerak cepat melakukan koordinasi bersama perangkat dinas setempat.
“Mengenai isu adanya warga yang terkena busur, kami dari Polsek Wara Selatan bersama perangkat masyarakat telah bertindak cepat dengan menggelar rapat koordinasi di Kantor Kecamatan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi agar tidak terprovokasi oleh berita hoaks,” tegas Iptu Yusran.
Selain masalah isu keamanan, Kapolsek juga menyoroti beberapa tantangan kerawanan sosial dan bencana lingkungan yang sedang dihadapi wilayahnya:
Pencegahan Narkoba & Obat Terlarang: Peran orang tua diminta menjadi benteng terdepan dalam memantau dan membimbing anak-anak remaja agar terhindar dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.
Kewaspadaan Tindak Pencurian: Warga diimbau untuk selalu teliti dan mengamankan barang berharga serta rumah masing-masing guna mengantisipasi maraknya aksi pencurian.
Penanganan Bencana Karhutla: Menanggapi maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)—terutama di area sekitar Islamic Center yang tercatat sudah terjadi sekitar 12 kali—pihak kepolisian akan mendalami apakah ada unsur kesengajaan pembakaran atau murni faktor alam.
Krisis Air Bersih akibat Kemarau: Mengingat dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan, warga diminta tetap bijak dan bersabar dalam menghadapi krisis air bersih, serta senantiasa menjaga kesehatan dan meningkatkan ibadah.
“Harapan kami, mari kita bersama-sama menjaga keamanan wilayah ini. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci utama,” tambahnya.
Sebagai bentuk kebersamaan, kegiatan diakhiri dengan aksi foto bersama seluruh jemaah dan jajaran kepolisian mengusung tagline “POLISI BERSAMA MASYARAKAT”. Rangkaian kegiatan Jumat Curhat tersebut berakhir pada pukul 13.00 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif.
(Umar)













