Daerah

PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk

×

PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk

Sebarkan artikel ini

 

 

KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA, fokustime.id– Berhentinya operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) berdampak serius terhadap kondisi ekonomi masyarakat di desa-desa lingkar tambang, termasuk Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan.

 

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya jumlah warga yang kehilangan pekerjaan hingga menurunnya aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akibat melemahnya perputaran ekonomi.

 

Hal itu disampaikan Yusrianto, warga Dusun II, Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, saat diwawancarai pada Rabu (21/10/2026). Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat berubah drastis setelah PT WIN berhenti beroperasi.

 

Menurutnya, ketika perusahaan masih beroperasi, perputaran ekonomi di desa-desa lingkar tambang berjalan dengan baik. Aktivitas perusahaan turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat, sehingga warga memiliki peluang memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Namun, setelah operasional perusahaan terhenti, kondisi tersebut berubah. Masyarakat kini harus menghadapi kesulitan ekonomi, sementara sejumlah warga kehilangan pekerjaan dan pelaku UMKM mengalami penurunan aktivitas usaha.

 

“Paling berat itu soal ekonomi. Sekarang banyak warga yang menjadi pengangguran. Sebelum PT WIN berhenti beroperasi, perputaran ekonomi kami di desa-desa lingkar tambang sangat baik. Tetapi setelah perusahaan berhenti, perekonomian masyarakat menjadi sangat sulit,” ungkap Yusrianto.

 

## Dampak Meluas, Karyawan dan Pelaku UMKM Ikut Terpukul

 

Yusrianto menegaskan, dampak berhentinya operasional PT WIN tidak hanya dirasakan oleh mantan karyawan perusahaan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

 

Menurutnya, keberadaan perusahaan selama ini ikut menggerakkan aktivitas perdagangan dan usaha kecil di wilayah lingkar tambang. Ketika operasional terhenti, daya beli masyarakat melemah dan sejumlah usaha kehilangan pelanggan.

 

Ia menyebutkan, kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, membiayai pendidikan anak, membayar cicilan, serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

 

“Ini sangat berdampak, karena PT WIN selama ini ikut menghidupkan perekonomian di desa-desa lingkar tambang. Ketika perusahaan berhenti beroperasi, karyawan kehilangan pekerjaan, pelaku UMKM menjadi sepi, dan perputaran ekonomi masyarakat turun drastis,” tegasnya.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa berhentinya aktivitas sebuah perusahaan dapat memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan, secara langsung maupun tidak langsung, pada aktivitas ekonomi di sekitar perusahaan.

 

## Desak Pemerintah Pusat Tidak Tutup Mata

 

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, Yusrianto berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap nasib masyarakat di wilayah lingkar tambang.

 

Ia secara khusus menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mencari solusi atas persoalan yang menyebabkan PT WIN berhenti beroperasi, sehingga perusahaan dapat kembali beroperasi apabila seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku telah dipenuhi.

 

Menurutnya, masyarakat kecil membutuhkan kepastian pekerjaan dan kesempatan untuk kembali memenuhi kebutuhan keluarga secara layak.

 

“Kami berharap kepada pemerintah pusat, terutama Presiden Prabowo, agar PT WIN bisa beroperasi seperti sedia kala. Pemerintah jangan menutup mata dan telinga ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti ini. Kami membutuhkan kehidupan yang layak dan pekerjaan untuk menafkahi anak dan istri,” ujarnya.

 

Ia menilai, persoalan ini perlu menjadi perhatian karena dampaknya tidak berhenti pada lingkungan perusahaan, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di desa-desa lingkar tambang.

 

## Warga Berharap Ekonomi Wawowonua Kembali Bangkit

 

Yusrianto menambahkan, masyarakat Desa Wawowonua, khususnya warga Dusun II, menaruh harapan besar agar aktivitas PT WIN dapat kembali berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Baginya, keberadaan perusahaan selama ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kecil, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya usaha warga di sekitar wilayah operasional.

 

Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan berhentinya perusahaan dari sisi administrasi dan operasional, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat.

 

“Kami sebagai masyarakat Desa Wawowonua, Dusun II, berharap PT WIN bisa beroperasi kembali seperti sebelumnya. Kehadiran perusahaan ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat kecil. Kami ingin ekonomi desa hidup lagi, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.

 

Masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Bagi warga lingkar tambang, harapan utama mereka sederhana: memperoleh pekerjaan, menghidupi keluarga, dan kembali merasakan perputaran ekonomi yang lebih baik.

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *