Daerah

Surat Cinta kepada Pemerintah Pusat: Jeritan Warga Torobulu Pasca-Berhentinya PT WIN

×

Surat Cinta kepada Pemerintah Pusat: Jeritan Warga Torobulu Pasca-Berhentinya PT WIN

Sebarkan artikel ini

 

KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA, fokustime.id— Berhentinya operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) disebut berdampak langsung terhadap perekonomian warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

 

Dampak tersebut dirasakan pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan aktivitas ekonomi dari karyawan perusahaan. Salah satunya Hardianti, pemilik kios kelontong di Torobulu.

 

Hardianti mengatakan, sebelum aktivitas PT WIN berhenti, pendapatan kiosnya dapat mencapai sekitar Rp200 ribu per hari. Kini, omzetnya turun drastis dan pelanggan semakin jarang.

 

«“Sebelum PT WIN berhenti, pendapatan saya bisa mencapai Rp200 ribu per hari. Sekarang tidak menentu. Dalam seminggu, syukur kalau ada satu pelanggan yang belanja,” ujar Hardianti, Selasa (29/9/2026).»

 

Menurutnya, berkurangnya aktivitas perusahaan turut menekan daya beli masyarakat. Kondisi itu dirasakan pada berbagai usaha kecil, mulai dari kios, warung makan hingga jasa ojek.

 

Hardianti berharap pemerintah pusat memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah lingkar tambang, termasuk dampak ekonomi yang dirasakan setelah berhentinya operasional perusahaan.

 

«“Saya berharap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto melihat kondisi yang terjadi di desa kami. Kami berharap PT WIN dapat kembali beroperasi agar perekonomian masyarakat kembali bergerak,” katanya.»

 

Bagi warga Torobulu, berhentinya aktivitas PT WIN tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga terhadap usaha dan pendapatan masyarakat yang selama ini bergantung pada perputaran ekonomi di sekitar perusahaan.

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *