MAROS, fokustime.id— Suasana lingkungan pendidikan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) Maros menjadi sorotan setelah massa memasuki halaman sekolah saat proses belajar-mengajar tengah berlangsung, Kamis (10/9/2026).
Peristiwa yang disebut berlangsung sejak sekitar pukul 08.30 hingga 12.00 WITA itu terjadi ketika para siswa masih berada di dalam lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius dari para orang tua siswa. Mereka menilai sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bukan lokasi yang terganggu oleh konflik antar-pihak.
Melalui Persatuan Orang Tua Siswa (Parents Association) SADIQ, para orang tua menyampaikan pernyataan sikap keras atas insiden tersebut.
Mereka mengecam segala bentuk tindakan yang berpotensi mengancam keselamatan peserta didik, termasuk pengerahan massa, dugaan perusakan fasilitas sekolah seperti CCTV, serta pemblokiran akses antar-jemput siswa.
«“Keselamatan dan hak anak untuk belajar adalah prioritas tertinggi yang tidak boleh dikorbankan oleh konflik pihak mana pun.”»
Pernyataan tersebut menjadi pesan tegas para orang tua bahwa persoalan apa pun yang melibatkan orang dewasa tidak boleh menyeret anak-anak ke dalam situasi yang berpotensi membahayakan.
Orang Tua Pilih Netral, Tapi Tegas Bela Keselamatan Anak
Parents Association SADIQ menegaskan tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam sengketa internal yang menjadi latar belakang kejadian.
Namun, sikap netral tersebut bukan berarti mereka diam.
Para orang tua justru mengambil posisi tegas dalam satu hal: keselamatan anak dan keberlangsungan pendidikan harus dilindungi.
Mereka juga menyatakan mendukung penyelesaian melalui jalur hukum yang sah serta siap memberikan keterangan apabila diperlukan terkait kondisi anak-anak yang berada di sekolah saat peristiwa terjadi.
Polisi Diminta Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Parents Association SADIQ juga mendesak aparat kepolisian memberikan pengamanan di lingkungan sekolah.
Permintaan tersebut dinilai penting agar kegiatan belajar-mengajar tidak kembali terganggu dan para siswa dapat menjalani aktivitas pendidikan tanpa rasa takut.
Tak hanya kepolisian, perhatian juga diminta dari Dinas Pendidikan, KPAI, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memastikan kepentingan dan perlindungan anak benar-benar menjadi prioritas.
Konflik Orang Dewasa Jangan Seret Anak
Para orang tua menyerukan seluruh pihak menahan diri dan menghentikan tindakan yang dapat mengarah pada kekerasan ataupun mengganggu kegiatan pendidikan.
Menurut mereka, setiap persoalan memiliki mekanisme penyelesaian. Namun, lingkungan sekolah dan anak-anak tidak boleh dijadikan tempat pelampiasan konflik.
Sekolah harus kembali menjadi ruang aman. Anak harus kembali belajar tanpa melihat, mendengar, atau merasakan konflik orang dewasa di lingkungan pendidikannya.
Parents Association SADIQ menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun konflik internal apa pun.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua Umum Persatuan Orang Tua Siswa SADIQ, Suhartina Bohari, S.E., M.I.Kom., dan Sekretaris I Leni, S.E.
Pernyataan itu ditembuskan kepada Kepala Sekolah Alam Darul Istiqamah, Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, serta Dinas PPPA/UPTD PPA Kabupaten Maros.
Pesan para orang tua jelas: jangan sampai konflik orang dewasa membuat anak-anak kehilangan rasa aman di sekolahnya sendiri.
(Llgg)













