SINJAI, fokustime.id– Polres Sinjai terus memperkuat upaya edukasi kepada generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kali ini, edukasi literasi digital bertajuk “Generasi Digital Cerdas: Edukasi AI” digelar di SMAN 1 Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam mendorong para pelajar agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta etika dalam pemanfaatannya, khususnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sosialisasi dipimpin oleh KBO Sat Reskrim Polres Sinjai IPDA Sapri Basri, SH., MM, didampingi KBO Sat Lantas Polres Sinjai IPDA Asran, SH., serta sejumlah personel Polres Sinjai. Para siswa SMAN 1 Sinjai mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif menyimak materi yang diberikan.
Dalam penyampaiannya, IPDA Sapri Basri menjelaskan bahwa perkembangan AI telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan pelajar untuk mencari referensi, memahami materi pelajaran, mengembangkan ide dan kreativitas, serta membantu menyelesaikan berbagai tugas secara lebih efektif.
Namun, menurutnya, kemudahan yang ditawarkan teknologi tersebut harus disertai dengan sikap bijak dan bertanggung jawab.
“AI dapat menjadi alat yang sangat membantu dalam proses belajar. Tetapi jangan sampai teknologi justru membuat kita berhenti berpikir. Gunakan AI sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan, bukan untuk menggantikan proses belajar,” jelasnya.
Para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar di internet. Kemampuan AI dalam menghasilkan teks, gambar, suara, maupun video dapat dimanfaatkan untuk hal positif, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat informasi palsu dan konten manipulatif.
Karena itu, siswa diingatkan agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan kebenarannya terlebih dahulu.
Selain persoalan hoaks dan konten manipulatif, aspek keamanan data pribadi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Pelajar diimbau untuk berhati-hati dalam memberikan data pribadi di internet, termasuk foto, dokumen, kata sandi, maupun informasi lain yang bersifat penting.
Polres Sinjai juga menekankan pentingnya etika akademik. Penggunaan AI dalam lingkungan pendidikan hendaknya tetap mengedepankan kejujuran dan tanggung jawab. Pelajar diharapkan tidak menjadikan teknologi tersebut sebagai jalan pintas untuk melakukan kecurangan dalam menyelesaikan tugas maupun proses pembelajaran.
Sementara itu, Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.Ik.,MH mengatakan bahwa literasi digital merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi tetap memiliki kontrol dalam penggunaannya. Kecerdasan teknologi harus diimbangi dengan kecerdasan dalam menyaring informasi, menjaga etika dan melindungi data pribadi,” ujarnya.
Kapolres Sinjai menambahkan, pelajar merupakan salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital sehingga pemahaman mengenai keamanan dan etika digital perlu terus ditingkatkan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Sinjai berharap para siswa SMAN 1 Sinjai dapat menjadi generasi yang semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi, kritis terhadap informasi, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta mampu menjaga diri dari berbagai ancaman di ruang digital.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib dan interaktif. Polres Sinjai berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, guna mewujudkan lingkungan digital yang aman, sehat, positif, dan bertanggung jawab.
(Umar)













